DPR Minta KPK Lebih Garang Lagi

Selasa , 30 Aug 2016, 13:45 WIB
Ketua DPR Ade Komarudin menyampaikan pidato dalam pembukaan pameran foto Warna-Warni Parlemen di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/8).
Foto: Antara/ Akbar Nugroho Gumay
Ketua DPR Ade Komarudin menyampaikan pidato dalam pembukaan pameran foto Warna-Warni Parlemen di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ade Komarudin meminta agar lembaga anti-korupsi seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  agar lebih garang dan efektif memberantas praktek korupsi di Indonesia. Bahkan dia menyebut korupsi sudah menjadi endemik di tanah air, sehingga harus lenyapkan. Pernyataan itu disampaikannya dia dalam pidato pembukaan Workshop on Development Effectiveness to Implement the SDGs di DPR RI, Selasa (30/8).

Dalam pertemuan itu, hadir para delegasi dari berbagai parlemen dunia, terutama delegasi Global Organization of Parliamentarians Againts Corruption (GOPAC). Hadir pula delegasi Islamic Development Bank (ISDB),United Nation Development Programme (UNDP), dan Westminster Foundation for Democracy (WFD). Kemudian Akom juga memberikan apresiasi atas terbentuknya Gopac Indonesia Chapter. Dan chapter ini akan menjadi ujung tombak parlemen Indonesia dalam memerangi korupsi.

“Saya atas nama DPR RI juga ingin menyampaikan apresiasi atas keberadaan dan kerja luar biasa dari KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan Agung dalam memberantas korupsi di Indonesia. Lembaga-lembaga ini dibangun dengan harapan bahwa lembaga anti-korupsi ini dapat secara efektif dan garang memerangi korupsi endemik di Indonesia.” ujar pria yang akrab disapa Akom dalam sambutannya, di komplek DPR, Selasa (30/8).

Akom menambahkan, korupsi sudah jadi musuh bersama di Indonesia. Sehingga perlawanan terhadap kejahatan korupsi merupakan bagian dari kampanye pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang akuntabel. Di bawah komando tiga lembaga hukum tersebut serta didukung parlemen dan GOPAC Indonesia Chapter, pemberantasan korupsi diharapkan bisa suskes. Dengan harapan Indonesia bisa terbebas dari praktek korupsi tersebut.

Akom menilai Gopac Indonesia Chapter mempunyai nilai-nilai dan semangat yang sama kuatnya dengan para penggiat antikorups. Memang hingga saat ini Gopac Indonesia Chapter tidak memiliki kekuata hukum melawan praktek korupsi. Namun hak itu tida menguarangi nilai mereka untuk dapat mengakhiri korupsi endemik di Indonesia."Di Gopac ini kita akan seling bertukar pikiran dengan perwakilan negara lain. Itu dilakukan demi pembangunan yang berkelanjutan," kata Akom.

Sebelumnya, pada pertemuan konferensi Gopac di Yogyakarta, telah diluncurkan program penulisan a handbook for Parliamentarians on the Parliamentary Oversight of Development Funds and Monitoring of Progress towards the SDGs. “Sebagai kelanjutan dari konferensi tersebut, hari ini kita akan berdiskusi tentang peluang-peluang dan menyusun kerja nyata untuk memastikan efektivitas pembangunan sumber daya dan pelaksanaan TPB,” kata Akom