Kamis , 28 September 2017, 21:04 WIB

Ketua DPD Beri Pemahaman Pancasila kepada Sapma PP

Red: Gita Amanda
DPD RI
Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Oesman Sapta membuka Rakernas I Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila (PP) di Pekanbaru, Riau, Kamis (28/9).
Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Oesman Sapta membuka Rakernas I Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila (PP) di Pekanbaru, Riau, Kamis (28/9).

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Oesman Sapta membuka Rakernas I Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila (PP) di Pekanbaru, Riau, Kamis (28/9). Pada kesempatan itu, ia memberikan pemahaman Pancasila kepada Sapma Pemuda Pancasila.

Oesman Sapta mengatakan generasi muda harus cinta kepada Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Sebab, Bhineka Tungga Ika harus berada dalam hati nurani generasi muda. “Sapma Pemuda Pancasila harus ditanamkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika,” ucapnya dihadapan ratusan Sapma Pemuda Pancasila di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru.

Oesman Sapta juga menganjurkan kepada setiap orang tua menanamkan cinta kepada Pancasila. “Dengan begitu generasi muda kita tetap mencintai Negara tercinta kita Indonesia,” ujarnya.

Untuk itu, sambungnya, Sapma Pemuda Pancasila harus mengedepankan Pancasila. Apalagi, organisasi masyarakat (ormas) ini menggunakan kata Pancasila. Maka Sapma harus mengedepankan Pancasila. Tak hanya itu, sebab ormas lain belum tentu mengedepankan Pancasila.

Di sisi lain, Oesman Sapta menceritakan bahwa masa mudanya "nakal" tapi tidak pernah menggunakan narkoba. Nakal dalam dirinya harus menggunakan akal. “Narkoba itu justru membuat kita menjadi bodoh. Jika kita menggunakan narkoba, selesai Pancasila kita,” kata senator asal Kalimantan Barat itu.

Ia juga kembali menginggatkan agar menjauhi narkoba. Jangan pernah sekali-sekali mencoba narkoba. “Karena narkoba itu bentuk intervensi Negara asing agar generasi kita bodoh,” ujar Oesman Sapta.

Berita Terkait

Video

DPD RI Sepakat Kalijodo Harus Direlokasi