
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Tulus Abadi, pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan konsep CSR di Indonesia diterjemahkan secara salah kaprah. "CSR di Indonesia pada prakteknya adalah promosi terselubung," katanya.
Ia berpendapat, dalam menyalurkan dana CSR seharusnya perusahaan memberikan produk yang berbeda dengan produk perusahaan.
"Kalau perusahaan makanan, menyalurkan dana CSR -ya bukan produk makanan, tapi produk lain. Hal ini untuk menghindari promosi terselubung," katanya.
Menurutnya, CSR hanya bisa diberikan oleh perusahaan yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan. Selain industri rokok, industri minuman keras ia sempat menyebutkan tidak pantas memberikan dana CSR.
Artikel berwawasan sempit. Tolong baca teori CSR secara mendalam dari berbagai jurnal akademis dan lihat perkembangan CSR di seluruh dunia. Dengan wawasan yang luas baru bisa bikin kajian berkualitas
Balas