Monday, 21 February 2011, 14:15 WIB

Wanita Baduy Bangkitkan Ekonomi Dengan Usaha Warungan

Red: Didi Purwadi

REPUBLIKA.CO.ID,LEBAK - Sejumlah wanita suku Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, membangkitkan ekonomi keluarga melalui usaha warungan (warung) di kampung halamanya untuk memerangi kemiskinan.

Pulung (50), seorang perempuan warga Baduy, mengaku dirinya sudah 18 tahun membuka usaha warungan dengan menyediakan kebutuhan bahan pokok dan barang-barang keperluan rumah tangga lainya.
Selama membuka warungan hingga kini berjalan lancar, dia mengaku tidak ada kendala adat yang menghambat usahanya tersebut. Bahkan dengan membuka usaha warungan tersebut, Pulung dapat mensejahterakan ekonomi keluarga.

''Meskipun warga Baduy yang masih memegang kuat terhadap tradisi adat dan menolak modernisasi, tetapi membuka usaha warungan di pemukiman Baduy diperbolehkan,'' kata Pulung saat ditemui di Pasar Rangkasbitung, Senin (21/2). ''Saya kira laki-laki maupun wanita warga Baduy boleh usaha karena tidak bertentangan dengan adat.''

Pulung yang tinggal di Kampung Gajeboh, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak itu menilai banyak wanita Baduy lainnya yang memiliki jiwa usahawan. Mereka membuat kerajinan tenun dan kerajinan lainya.

Menurut Pulung, dia setiap bulan belanja ke Rangkasbitung untuk membeli kebutuhan warungan hingga menghabiskan dana Rp 10 juta. Barang belanjaan diangkut oleh kendaraan sampai Ciboleger. Barang-barang tersebut kemudian diangkut warga dengan jalan kaki karena angkutan dilarang masuk kawasan Baduy.

Gunawan (55), pedagang bahan pokok di Pasar Rangkasbitung, mengaku dirinya setiap bulan kedatangan langganan wanita warga Baduy berbelanja ke tempat usahanya. Mereka selalu hapal kebutuhan barang-barang yang akan dibelanjakan karena dicatat pada kertas putih. "Kami sangat menyayangkan bagi warga Baduy yang menolak sekolah. Tetapi, nyonya Pulung bisa menulis saat berbelanja," katanya.

Sumber : Antara
loading...

Berita Terkait