Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register
Home > >

Antropolog Australia Beri Ceramah Soal Batik

Rabu, 09 Februari 2011, 16:20 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK-- Antropolog dari School of Anthropology and Archaeology, James Cook University, Australia, Maria Friend akan memberikan ceramah tentang batik, di Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Indonesia.

Kepala Humas FIB UI, Barbara, di Depok, Rabu mengatakan Maria Friend banyak menulis mengenai tekstil Asia Tenggara dan beberapa kali menjadi kurator dalam pameran mengenai tradisi tekstil Indonesia dan Laos yang diselenggarakan di Australia dan Polandia.

Ia mengatakan ceramah ilmiah yang akan diberikan pada Kamis (10/2) itu merupakan salah satu dari serangkaian acara dalam rangka pendirian Pusat Kajian Batik Universitas Indonesia.

Menurut Friend, teknik membatik diperkenalkan oleh seniman-seniman Belanda dan menjadi populer di Jerman, Austria, Perancis, Inggris dan Swiss. Teknik tersebut tidak hanya diaplikasikan pada seni tekstil, namun juga diaplikasikan di media lain seperti kayu, keramik dan gading gajah.

Bahkan motif parang rusak sempat diabadikan oleh Henri Matisse dalam salah satu lukisannya. Di Afrika, batik diperkenalkan oleh pedagang Belanda dan Inggris pada pertengahan abad ke-19 saat mereka mengekspor imitasi Batik Jawa ke benua tersebut.

Dalam perkembangannya, kata dia, masyarakat Sub-Sahara mengadaptasi motif-motif Batik Jawa dengan selera Afrika, yaitu dalam motif-motif yang lebih besar dan tebal serta warna-warna yang lebih cerah, pada pakaian katun mereka.

"Teknik membatik juga diperkenalkan kepada masyarakat Aborigin di Australia sekitar tahun 1970-an, mengakibatkan komunitas Aborigin di Ernabella dan Utopia kini mengembangkan kesenian Batik Aborigin," ujarnya.

Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman.

Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya.

Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini. Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam.

“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jumlah Pengunjung Meningkat, Ancol Terus Berbenah
JAKARTA -- Sebagian besar warga Jakarta kebanyakan habiskan libur panjang keluar kota. Meski begitu, wisata pantai Ibu Kota tak kehilangan pesonannya. Seperti pantai di...