Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Anas Minta Kader Demokrat Jauhi Tiga Skandal

Minggu, 20 Maret 2011, 15:44 WIB
Komentar : 0
Anas Urbaningrum
Anas Urbaningrum

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI - Jajaran pengurus dan kader Partai Demokrat, baik yang duduk di legislatif maupun eksekutif, diminta untuk menjauhi tiga skandal yang bisa merusak citra partai. Permintaan tersebut disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat Anas Urbaningrum sesaat setelah melantik Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Tenggara di Kendari, Sabtu (19/3) malam.

Tiga skandal yang dimaksud Anas tersebut masing-masing skandal asusila, skandal pelanggaran hukum dan skandal moral. "Jika kader Partai Demokrat terlibat dalam salah satu dari ketiga skandal tersebut, akan sangat merusak wajah Partai Demokrat yang selalu mengedepankan etika kesantunan dan lebih mengutamakan kepentingan rakyat banyak," katanya.

Sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum juga meminta para kader yang duduk di kepengurusan agar benar-benar mengabdikan tenaga dan pikiran untuk kemajuan partai dan selalu memosisikan diri sebagai pengurus. Sebagai pengurus, kata Anas, seorang kader jangan selalu berpikir untuk diurus.

Namun bagaimana mengabdikan diri mengurus kader dan simpatisan yang berada di luar struktur kepengurusan partai. "Menjadi pengurus harus benar-benar mengurus partai, bukan sebaliknya diurus oleh partai," katanya.

Kalau ada pengurus yang berpikir untuk diurus, kata Anas, sebaiknya mempertimbangkan kembali menjadi pengurus. Sebab mental seperti itu, ujarnya, bukan akan membawa partai ke arah lebih baik tapi justru menjadi beban bagi partai.

"Tujuan kita membawa partai ke posisi puncak membutuhkan semangat dan daya juang tinggi dari jajaran pengurus. Oleh karena itu, pengurus partai harus benar-benar menghabiskan waktunya untuk mengurus partai," katanya.


Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...