Monday, 30 Safar 1436 / 22 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Di Bali, PKS Incar Tokoh-tokoh Hindu Jadi Anggota

Monday, 14 March 2011, 18:37 WIB
Komentar : 0
Kampanye PKS
Kampanye PKS

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR-- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Bali, Mudjiono, menegaskan kembali keberadaan partainya yang terbuka dan menargetkan bisa menjadikan tokoh beragama Hindu menjadi anggota dewan.

Hal itu disampaikan Mudjiono, menyusul acara Pengukuhan dan Pembekalan Wawasan Kebangsaan Pengurus Cabang Partai Keadilan Sejahtera se-Bali di Werdha Pura, Sanur, Sabtu (12/3). Ditegaskan bahwa sejak awal pembentukannya secara nasional sebelas tahun yang lalu, PKS sebenarnya sudah menggariskan sikap sebagai partai terbuka, yang membuka peluang bagi seluruh komponen masyarakat untuk bergabung.

"PKS sejak dulu sebenarnya terbuka. Hanya saja di awal-awal pembentukannya kami perlu mengokohkan internal kepengurusan dulu. Setelah itu baru kami umumkan sebagai partai terbuka," katanya. Menurut Mudjiono, pengumuman keterbukaan PKS untuk menerima semua komponen masyarakat bergabung menjadi kader dilakukan bertepatan penyelenggaraan munas di Bali tahun 2008.

"Kami membuka peluang bagi seluruh komponen masyarakat di Bali yang memiliki kapasitas sebagai kader untuk bergabung. Dari latar belakang agama dan suku apapun," ucapnya. Dia merasa yakin bahwa di Pulau Dewata ini sebenarnya banyak tokoh masyarakat yang bisa diajak bergabung guna bersama-sama membangun daerah dan bangsa.

Dengan demikian masyarakat Bali tidak hanya diwakili oleh partai-partai yang sudah besar saja. "Itu realitas di lapangan yang kami temukan," ujar Mudjiono. Keterbukaan PKS, katanya, sudah dibuktikan dengan adanya empat kecamatan di Kabupaten Karangasem yang pengurusnya merupakan tokoh beragama Hindu.

Tiga orang pengurus di antaranya yakni I Ketut S Tala pengurus di Kecamatan Selat, I Kadek J Wandita dari Kecamatan Rendang, dan I Ketut Parta untuk Kecamatan Manggis. Mudjiono juga menjelaskan bahwa keberhasilan anggota dewan dari PKS dalam menjalankan tugasnya juga tidak terlepas dari peran kalangan non-muslim.

Oleh karena itu, menyongsong pemilu legislatif 2014, dia ingin mengajak masyarakat Hindu di Pulau Dewata untuk siap maju menjadi anggota dewan dari PKS. "Kami akan mendorong masyarakat Hindu, tokoh-tokoh Hindu, untuk menjadi anggota dewan melalui 'kendaraan' PKS. Mereka akan kami dukung untuk maju di Bali maupun di pusat," katanya menegaskan.

Redaktur : Stevy Maradona
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Mobil Tenaga Surya Karya SMK Muhammadiyah, Din: Sangat Membanggakan
JAKARTA -- SMK Muhammadiyah belum lama ini mengenalkan karyanya, yakni sebuah moda transportasi bertenaga surya. Ketua umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin menjelaskan hadirnya mobil...