
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua pihak dalam kehidupan berbangsa harus saling hormat menghormati. Ia menegaskan, pemerintah masih bekerja sebaik-baiknya untuk menyejahterakan rakyat.
Pernyataan ini Presiden sampaikan menyusul polemik editorial media massa yang berisi pernyataan pemerintah berbohong pada rakyat. Editorial itu berdasarkan pernyataan sejumlah tokoh dalam deklarasi Gerakan Integrasi Nasional.
"(Pemerintah bekerja) dengan data dan fakta, dan semua yang bisa dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, baik dalam kehidupan berbangsa ini kalau kita saling hormat-menghormati," kata Presiden dalam sambutan pembukaan Kongres XIV GP Ansor di Lapangan Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Kamis (13/1) siang.
Presiden juga mengajak seluruh komponen negeri untuk terus bekerja keras dengan sungguh-sungguh. "Rakyat tidak ingin mendengarkan cerita tentang pertentangan, perselihan, konflik antar elit politik," kata dia.
"Rakyat ingin mendengar pemerintahnya terus bekerja dan bekerja, rakyat juga ingin mendengar semuanya bersatu. Meskipun ada perbedaan dan kritik, semua berjalan baik, menunjukan demokrasi yang bermartabat dan membawa nilai-nilai kebajikan," ujar SBY.
Sudah tiga menteri yang menjawab bahwa data yang diajukan presiden dalam beberapa kesempatan adalah data valid. Mereka yang membantah pemerintah berbohong adalah Menko Polhukham Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, dan Mendagri Gamawan Fauzi.
"Rakyat tidak ingin mendengarkan cerita tentang pertentangan, perselihan, konflik antar elit politik". Tapi ini yg terjadi pak SBY. Cegah dong, jgn ngomong aja. Inilah kebohongan itu.
BalasDia bohong lagi, rakyat sudah bosan mendengar, yang bener rakyat hanya mau Merasakan hasil kerja pemerintah dan birokrat kutu kupret tau! Mana? bisa lu semua cuma obral janji dan KORUPSI!
Balas