Mendagri Kembali Tegaskan, Pemerintah Tidak Bohongi Rakyat

Friday, 14 January 2011, 05:56 WIB
Mendagri Kembali Tegaskan, Pemerintah Tidak Bohongi Rakyat
Gamawan Fauzi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, menegaskan pemerintah tidak pernah berbohong kepada rakyat tentang capaian kinerjanya.

Menurut Gamawan, di Jakarta, Kamis, pemerintah menyajikan data capaian kinerjanya dengan transparan, sesuai dengan data yang ada. Jika kemudian ada target yang tidak tercapai, maka hal itu bukan berarti pemerintah berbohong.

"Pemerintah tidak ada niat membohongi rakyatnya. Ada target dan ada capaian yang dikemukakan secara obyektif," katanya. Mendagri memahami jika ada pihak-pihak yang memaknai capaian kinerja pemerintah secara berbeda-beda. Namun, Gamawan berharap perbedaan pendapat ini disampaikan secara konkret dan dibarengi dengan solusi yang dapat dilakukan.

"Tidak tertutup kemungkinan ada perbedaan, itu wajar, perbedaan itu kita akomodasi dan bagi pemerintah ini suatu masukan. Tapi akan lebih sehat lagi kalau masukan itu lebih konkret, ada tidak masukan, jalan keluar," katanya.

Berbicara tentang kemajuan di daerah, Gamawan mengatakan umumnya kondisi di daerah cukup stabil dan baik. Namun, kondisi setiap daerah berbeda-beda, ujarnya. Ada daerah yang mampu mencapai produksi beras melebihi target, tetapi ada juga daerah yang tidak banyak mengalami perkembangan, jelasnya.

Sementara itu, sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa juga membantah pemerintah melakukan kebohongan publik. "Ada mispersepsi sehingga ada pernyataan bahwa ada kebohongan publik oleh pemerintah. Hal ini tidak benar," kata Hatta dalam jumpa pers bersama tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu II, Rabu (12/1).

Penegasan serupa juga disampaikan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto. "Pemerintah tidak pernah berbohong," kata Djoko di Kantor Kepresidenan.

Redaktur: Stevy Maradona
Sumber: Antara
Kisah memburu keledai liar. Rasulullah saw bersabda kepada para shahabatnya yg sedang mengenakan ihram: "Apakah ada seseorang di antara kalian yang memberikan isyarat untuk berburu?" Mereka menjawab: "Tidak. Beliau bersabda: "Makanlah sisa daging yang masih ada." Muttafaq Alaihi.(HR Muslim)
bambang, Monday, 24 January 2011, 09:56

Tidak seluruhnya Rakyat Indonesia beranggapan pemerintah berbohong, mingkin saja bahasa pelitiran ini dipakai oleh "orang" yg sejaka pemerintahan SBY tdk senang krn mungkin tidak sejalan dgn pilihannya, atau SBY bukan pilihannya dll.yg penting tingkatka kinerja Pemerintahan sd 2014 yad.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...