Rabu, 26 Ramadhan 1435 / 23 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

'Muktamar PKB Gus Dur Legal'

Senin, 27 Desember 2010, 00:08 WIB
Komentar : 0
gp-ansor.org
Yenny Wahid
Yenny Wahid

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Ketua Panitia Muktamar III Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gus Dur, Muhammad Imron, membantah tudingan beberapa pihak yang menyebut bahwa muktamar yang diselenggarakannya ilegal. Imron merujuk AD/ART partai yang menyebut bahwa partinya merupakan PKB yang asli, bukan PKB versi Muhaimin.

"Jadi muktamar yang diselenggarakan ini seribu persen legal. Buktinya, muktamar ini mendapatkan izin dari Mabes Polri," ujar Imron di depan 2 ribu muktamirin yang memadati GOR Kertajaya, Surabaya, Ahad (26/12).

Hadir dalam acara tersebut adalah pengamat ekonomi Rizal Ramli, Ketua Umum Partai Kebangkitan Nahdlatul Ulama (PKNU), Khofifah Indar Parawansa, dan puluhan kiai dari pondok pesantren di Jawa Timur. Selain muktamar, acara tersebut juga diadakan untuk memeringati haul satu tahun wafatnya KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Menurut Imron, pihaknya sangat mengharapkan Muhaimin Iskandar agar mau datang sebagai tanda rekonsiliasi. "Kami tunggu kehadiran Muhaimin disini," imbuh Imron.

Sekjen PKB versi Gus Dur, Yenny Wahid, menyebut pelaksanan Muktamar sebagai upaya konsolidasi dan tertib administrasi partai dalam penyusunan kepanitiaan. "Sesuai amanah Gus Dur, karena masa kepengurusan habis, maka itulah perlu diadakan muktamar. Itulah dasar kami," katanya.

Yenny menyentil bahwa seharusnya PKB tak boleh menjadi partai pemohon kekuasaan, tapi wajib menjadi pengobor cahaya masyarakat. "Bukan PKB jika tugasnya hanya menempel penguasa untuk sekedar mendapat jabatan. Harusnya PKB bekerja untuk memenangkan pemilu agar dapat melayani masyarakat," jelas putri pertama Gus Dur tersebut.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Djibril Muhammad
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
H-3 Puncak Arus Mudik di Gerbang Tol Cikampek
CIKAMPEK --Gerbang tol Cikampek mencatat mulai ada pelonjakan kendaraan. Andri Yusuf, Kepala Gerbang Pintu Tol Cikampek menerangkan ada peningkatan hingga 4000 kendaraan pada...