Anggota DPR Setuju Usut Bocornya Dokumen Wikileaks

Senin, 06 Desember 2010, 08:40 WIB
Anggota DPR Setuju Usut Bocornya Dokumen Wikileaks
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Anggota Komisi I DPR RI, Paskalis Kossay, dari Fraksi Partai Golkar mendukung langkah pemerintah bersama instansi terkait mengusut kemungkinan terjadinya kebocoran rahasia negara, terkait situs Wikileas.

"Kami mohon Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai institusi terkemuka milik negara di bidang intelijen agar bergerak proaktif untuk meneliti kemungkinan bocornya berbagai rahasia negara, jangan terobral murah ke mana-mana," ujarnya di Jakarta, Ahad (5/12).
 
Paskalis mengkhawatirkan kemungkinan bocornya dokumen-dokumen rahasia menyangkut deposit kekayaan alam beserta peta geo-ekonomi maupun rahasia-rahasia negara lainnya, apalagi jika hal itu kemudian dikomersialisasikan atau disalahgunakan pihak lain.
    
"Karena itulah, kita jangan menganggap remeh terhadap pembocoran rahasia-rahasia diplomatik dan intelijen Amerika Serikat yang ternyata banyak juga mengungkap rahasia-rahasia banyak negara yang bersentuhan dengan Amerika Serikat," katanya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Papua ini juga meminta pemerintah  menginstruksikan institusi terkait agar mengantisipasi kemungkinan beredarnya berbagai rahasia yang bisa saja hasil rekayasa.

"Terutama menyangkut dokumen-dokumen rahasia yang berhubungan dengan pembangunan demokrasi, misalnya terkait dengan proses pemilu, juga berbagai kasus hukum maupun skandal di Tanah Air. Ini perlu diwaspadai dan diantisipasi," kata Paskalis Kosay.

Redaktur: Budi Raharjo
Reporter: Antara
Dari Utsman Ibnu Affan Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Orang yang sedang berihram tidak diperbolehkan menikah, menikahkan, dan melamar."(HR Muslim)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...