Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Presiden SBY: Program 100 Hari 'Top Hits'

Jumat, 29 Januari 2010, 03:05 WIB
Komentar : 0

PANDEGLANG--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menganggap program 100 hari ibarat 'top hits' dalam sebuah tangga lagu. Akibatnya, negeri ini dibuat gaduh oleh perbincangan mengenai program 100 hari. Padahal, program 100 hari hanya sebagian kecil dari seluruh program pemerintah.

"Ini luar biasa gaduhnya. Program 100 hari ini kalau tangga lagu-lagu seperti top hits. Dari televisi, dari media cetak, warung kopi, semuanya bicara program 100 hari dengan keyakinannya masing-masing," ujar Presiden SBY, di sela-sela peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuan Banten dan PLTU Labuhan Angin Sumatera Utara, di Pandeglang, Kamis (28/1).

Menurut SBY, program 100 hari itu bukan sesuatu yang sangat luar biasa. "Itu biasa. Tanpa telur istilahnya," kata Presiden.

Pemerintah ingin 100 hari ini ada arah, ada agenda, ada prioritas untuk dilanjutkan tahun pertama 2010, dan untuk dilanjutkan lima tahun ke depan. Jadi, kata SBY, program 100 hari adalah bagian kecil dan langkah awal dari yang akan dilakukan pemerintah. ''Dalam waktu dekat, pemerintah akan menjelaskan apa yang dicapai dalam 100 hari ini," jamin dia.

Menurut SBY, program yang bisa dicapai dan tidak bisa dicapai akan disampaikan kepada masyarakat. Ia mempersilakan rakyat mengecek ke seluruh Indonesia apakah yang disampaikan pemerintah itu benar adanya.
"Program 100 hari itu 15 prioritas, 45 program, 129 rencana aksi di seluruh Indonesia," kata SBY.

Saat ini, kata SBY, pemerintah sedang mengecek dan memantau untuk merekap proses pelaksanaan program. Berdasarkan laporan yang diterimanya, SBY mengklaim bahwa sebagian besar program 100 hari sudah tercapai.

TAGS # #
Redaktur : Endro Yuwanto
Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur(HR. Thabrani)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Normalisasi Kebijakan Fiskal AS dan Subsidi BBM Indonesia
Analis dan pelaku pasar di Amerika menunggu langkah pemerintah selanjutnya dalam menangani subsidi BBM. Investor sedang mencari kesempatan menanamkan modal, di saat bursa...