Kamis, 2 Zulqaidah 1435 / 28 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tebang Pohon Sembarangan di Padang? Siap-siap Digugat Rp 1 Miliar

Senin, 14 Maret 2011, 17:06 WIB
Komentar : 0
.
Pohon asam jawa. Ilustrasi
Pohon asam jawa. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG - Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat, menuntut Rp 1 miliar pengusaha restoran siap saji yang berlokasi di perempatan Jalan Patimura Padang, karena telah menebang pohon pelindung jenis Asam Jawo di depan usaha dagang tersebut tanpa izin Pemkot Padang.
"Perusahaan tersebut dituntut karena melanggar Perda No 11 tahun 2005 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat dan Undang-undang Lingkungan Hidup pasal 1 dan 5," kata Wali Kota Padang, Fauzi Bahar, di Padang, Senin.

Menurut Fauzi, Undang-undang Lingkungan Hidup pasal 1 menyebutkan setiap orang atau badan dilarang merusak, menebang dan memotong pohon atau tanaman di jalur hijau, taman dan tempat umum, kecuali oleh petugas yang berwenang.

Sedangkan pasal 5 menyebutkan bahwa setiap orang dilarang mengotori, merusak jalur hijau, taman atau sarana dan prasarana yang ada pada jalur hijau.
"Karena itu perusahaan terkait pantas dituntut sebab keberadaan sebatang pohon pelindung sangat besar nilainya, bahkan tidak bisa dihargai dengan uang. Apalagi untuk mendapatkan pohon pelindung yang bagus tersebut," katanya.

Sebagai penjeraan bagi pengusaha terkait dan contoh bagi pengusaha lainnya, Pemkot Padang juga akan menerapkan pencabutan izin usaha mereka.
Fauzi Bahar mengatakan, pohon pelindung jenis asam Jawo itu sudah berusia 80 tahun itu dan tumbang diindikasi diberi racun, sehingga lama kelamaan menjadi layu dan tidak bisa hidup.

Terkait kasus itu, katanya lagi, Pemkot Padang sudah memiliki potongan pohon tersebut menjadi bukti untuk diteliti ke laboratarium apakah diberi racun atau tidak.
Sementara itu salah seorang pengelola KFC tersebut Jon mengatakan, pihaknya tidak melakukan hal yang dituduhkan Pemkot Padang tersebut.

Redaktur : Siwi Tri Puji B
Sumber : Antara
Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar