Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Aliran Sesat Berkembang di Banda Aceh, Wakil Wali Kota Minta Diselidiki

Selasa, 01 Maret 2011, 22:25 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH-- Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh mensinyalir adanya organisasi atau lembaga yang bertentangan dengan syariat Islam di ibukota Provinsi Aceh itu, sehingga perlu diwaspadai.

"Kami mensinyalir ada organisasi yang akan dikukuhkan di daerah ini bertentangan dengan syariat Islam. Saya berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan lembaga ilegal itu," kata Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal di Banda Aceh, Selasa.

Untuk mengantisipasi keberadaan kelompok yang mengatasnamakan organisasi sosial kemasyarakatan, Pemko akan lebih selektif mengeluarkan izin legalitas lembaga. "Kesbanglinmas harus lebih selektif dan jika ada menyimpang dari aturan jangan diberikan," katanya.

Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan itu mengatakan sejak beberapa hari terakhir berkembang isu akan dikukuhkannya sebuah organisasi yang mengayomi pekeja seks komersil (PSK) di kota bandar wisata Islami itu.

Selain itu, pihaknya juga menerima informasi yang menyebutkan berkembangnya aliran atau ajaran sesat yang menyimpang dari agama Islam. "Keberadaan kelompok yang mengembangkan aliran sesat ini masih kami selidiki, jika terbukti akan kita bubarkan," katanya.

Menurutnya, Pemko Banda Aceh pernah kecolongan akibat digelarnya kegiatan fashion show yang diikuti oleh para trans gender (waria). "Kegiatan fashion show itu mendapatkan kecaman dari ulama dan tokoh-tokoh masyarakat Aceh, kami tidak ingin kejadian itu terulang lagi," katanya.

Wakil Wali Kota Banda Aceh itu mengimbau warga agar tidak mudah terpengaruh dengan organisasi yang tidak jelas, terutama yang bertentangan dengan ajaran agama," kata Illiza.

Redaktur : Stevy Maradona
Sumber : Antara
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Remf Selasa, 8 Maret 2011, 22:05
sbenarnya gak gitu juga, cobalah utk gk nyalahin pihak 'atas', kan tujuan mereka kan sebenarnya baik. Masalahnya ada d masyarakatnya itu, mereka kurang sadar bgaimana ajaran agama mereka itu sebenarnya, yang d perlukan adalah sebuah 'PENYADARAN', apapun caranya, kita d sini berbicara sambil membawa marwah nanggroe juga
  ayla Rabu, 2 Maret 2011, 09:48
Ulama2nya sibuk maksa pemakaian jilbab, bknnya menganjurkan smbil mendidik masy mll dakwah yg ma'ruf, n hikmah. Ironis sekali, masy aceh kurang toleran, kaku, tertekan dg peraturan daerah sdri, kesejahteraan memprihatinkan tp bw nama islam. Memalukan. Agama jgn dijual aja utk politik, hrs ikhlas. Dakwahnya gak elegant
  ayla Rabu, 2 Maret 2011, 09:48
Masy aceh hrs bljr sejarah islam, ms kekhalifahan dulu. Mrk tdk memaksa, prinsip islam sll spt itu, ttp menganjurkan, krn paksaan tdk bs menghasilkan hal2 yg baik. Bgmn seorg muslim bs mjd rahmat bagi sekitarnya, ulamanya hrs ikhlas n tdk bermotif kekuasaan dlm mengingatkan pejabat2. Jd tdk perlu razia jilbab segala.