Jumat, 18 Jumadil Akhir 1435 / 18 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

8 Kiai Ditangkap, Ratusan Ulama Banten Demo Polres Pandeglang

Kamis, 10 Februari 2011, 16:18 WIB
Komentar : 0
Antara
Sisa-sisa bentrokan warga dengan jemaat Ahmadiyah, Ahad (6/2), di Cikeusik, Pandeglang
Sisa-sisa bentrokan warga dengan jemaat Ahmadiyah, Ahad (6/2), di Cikeusik, Pandeglang

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG - Ratusan ulama se-Banten menggelar unjuk rasa damai di depan Mapolres Pandeglang, Kamis (10/2). Mereka mendatangi Mapolres Pandeglang karena mendapat informasi terdapat 8 orang kiai yang ditahan. "Kita datang ke sini untuk melepaskan 8 orang kiai yang ditahan di sini," kata Koordinator Lapangan, Alfian Tanjung.

Penahanan 8 kiai tersebut diduga berkaitan dengan insiden Ahmadiyah di Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten. Menurut Alfian, aksi yang mereka lakukan adalah aksi damai. Dia juga meminta agar massa pengunjukrasa dan pasukan pengamanan dari TNI dan Polri tidak terpancing provokasi. "Aksi kita, aksi damai. Jangan terpancing provokasi," tegasnya.

Massa juga menuntut agar Ahmadiyah segera dibubarkan. "Ini adalah sejarah di Banten. Kita telah sepakat agar Ahmadiyah dibubarkan," terangnya.

Aksi mendapat pengawalan ketat dari ratusan personil gabungan TNI/Polri, bersenjata lengkap.
 Hingga saat ini, unjukrasa masih berlangsung. Sejumlah perwakilan pengunjukrasa, antara lain, KH Muhtadi, KH Kurtubi, tengan bernegosiasi dengan Kapolres Pandeglang, AKBP Alex Fauzi Rasyad. Massa akan terus melakukan aksinya hingga tuntutan mereka terpenuhi.

Reporter : Muhammad Fakhruddin
Redaktur : Djibril Muhammad
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  lilis Minggu, 10 April 2011, 16:21
MARI KAUM MUSLIMIN DI INDONESIA...KITA BERSATU MEMBUAT BAMBU RUNCING UNTUK MENYERANG PIHAK YANG MENANGKAP PARA ULAMA DAN KYAI KITA. PIHAK YANG MENANGKAP ULAMA KITA JUMLAHNYA TIDAK SEBERAPA. JUMLAH KITA RATUSAN JUTA.
KITA MATI BALASANNYA SYURGA...MEREKA MATI BALASANNYA NERAKA..
ALLOHU...AKBAR
  safrie99 Selasa, 15 Februari 2011, 07:42
kembali umat islam dikambing hitamkan oleh pemerintah (polri)dgn menangkap para kiai/ulama,mayoritas yang minoritas...saya sangat menentang dengan ajaran dan argumentasi bung Ulil Absar Abdalla tentang ide pluralisme Islam!
  wiryo baduy Jumat, 11 Februari 2011, 15:10
ada rahasia,dibalik rahasia.kata bang ali...
  zulfikar Jumat, 11 Februari 2011, 14:42
Bentrok ormas / warga dengan ahmadiyah ini bisa jadi merupakan upaya pihak tertentu utk mengalihkan isu-isu besar yang lebih urgent republik ini (mafia pajak, kasus susno duadji,rekening gendut dll). Kasus ahmadiyah juga pernah terjadi 2 thn lalu utk mengalihkan isu kenaikan BBM maupun kasus antasari
  Firman Kamis, 10 Februari 2011, 19:42
Bila ulama/kiyai telah ditangkapi amarah umat Islam akan datang

  VIDEO TERBARU
Mahathir Kunjungi Mega, Mahathir: Mega Sahabat Lama Saya
JAKARTA -- Mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengunjungi kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar Nomor 27A, Menteng, Jakarta Pusat (14/4). Berikut video...