Kamis, 5 Safar 1436 / 27 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Warga Pacitan Dimakan Harimau Sumatera

Jumat, 04 Februari 2011, 10:39 WIB
Komentar : 0
Harimau Sumatra
Harimau Sumatra

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI-- Seekor harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) menerkam pekerja PT Pratama Orbit Centuri Raya, hingga tewas, di pinggiran hutan kawasan Kabupaten Bayung Lincir, Sumatra Selatan pada Kamis (3/2).

Korban tewas diterkam harimau bernama Ketani (52) warga Kebun Agung Pacitan, Jawa Timur yang bekerja di PT POC. Tubuhnya divisum di RSUD Raden Mattaher Jambi yang kemudian langsung dibawa ke kampung halamannya, kata Amir petugas kamar mayat rumah sakit tersebut, Jumat.

Keterangan dari teman korban yang mengantarkan jasad ke rumah sakit tersebut menegaskan kejadian tersebut begitu cepat, Kamis sekitar pukul 18.30 WIB. Sebelum kejadian menimpa korban sekitar pukul 16.00 WIB, teman korban sudah bertemu dengan harimau yang sedang berkeliaran di areal hutan akasia perusahaan tersebut.

Melihat ada harimau melintas di hutan itu, teman-teman korban langsung berlari ke tempat penginapan mereka dan pada waktu itu korban tidak melihat harimau itu karena korban melakukan pekerjaan.

Setelah melihat harimau di sekitar tempat mereka bekerja, para pekerja PT POC beristirahat dan memasak makanan untuk makan malam, namun korban hendak mencuci tangannya di dapur, ketika itulah korban melihat harimau tersebut.

Korban berteriak mengajak temannya berlari, dengan mengatakan ada harimau yang langsung mengejar para pekerja tersebut dan di tengah perjalanan korban terjatuh dan harimau itu berhasil menangkap dan menerkam korban hingga tewas.

Di lokasi kejadian korban ditemukan oleh teman-temannya setelah 13 jam kemudian. Korban lalu dibawa ke rumah sakit terdekat di Jambi untuk divisum sebelum jasadnya dibawa ke kampung halaman korban di Pacitan, Jawa Timur.

Redaktur : Stevy Maradona
Sumber : Antara
Rasulullah SAW melarang membunuh hewan dengan mengurungnya dan membiarkannya mati karena lapar dan haus.((HR. Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pembangunan Tekan Populasi Satwa Liar
JAKARTA -- Senior Advisor World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, Prof Ir H Hadi S. Alikodra menuturkan pertumbuhan dan pembangunan yang pesat banyak memberikan...