Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Beta UFO Surabaya: Crop Circle Yogya Bukan Buatan Manusia

Selasa, 25 Januari 2011, 17:38 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Munculnya fenomena motif lingkaran (crop circle) di Yogyakarta membuat Komunitas Beta UFO Surabaya ikut menanggapinya. Menurut mereka sangat mustahil jika crop circle dibuat manusia. Ketua Kominitas Beta UFO Surabaya Nur Agustinus menilai pola rebahan dan patahan tanaman yang simetris menguatkan dugaannya bahwa motif lingkaran pada tanaman padi tersebut tak bisa diselesaikan dalam waktu semalam.

“Melihat pola dan rebahan mustahil dibuat secara manual oleh manusia,” katanya kepada wartawan di Surabaya, Selasa (25/1).

Menurut Nur, biasanya crop circle hanya dapat dibuat dengan cara penggunaan frekuensi suara dan gelombang panas pada titik tertentu. Namun, ia lebih memilih menduga dikarenakan frekuesi suara.

Pasalnya, sebelum muncul crop circle warga setempat mengaku mendengar suara gemuruh yang tak diketahui sumber asalnya. ”Ada teknologi yang menggunakan frekuensi suara tertentu yang menyebabkan tanaman menjadi roboh. Tapi, teknologi tersebut masih tanda tanya keberadaannya,” cetusnya.

Meski begitu, Nur juga tak sepenuhnya yakin jika crop circle tersebut merupakan produk makhluk angkasa alias UFO. Tapi, ia mengingatkan berdasarkan data yang dihimpun Komunitas Beta UFO Surabaya, di Indonesia sering terjadi penampakan makhluk luar angkasa itu.

“Penampakkan UFO terbang di angkasa maupun yang mendarat pernah ada. Bahkan pada 1964 militer pernah menembak UFO. Termasuk, TNI AU yang mengejar benda asing ke wilayah Lampung,” beber Nur.

Untuk diketahui, di area persawahan Dusun Rejosari, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Ahad (23/1), muncul corak aneh berwujud pola lingkaran. Pemandangan aneh itu berupa robohnya batang padi yang membentuk beberapa lingkaran besar dan kecil.

Belum selesai masalah itu. Masyarakat kembali dikejutkan munculnya crop circle di Dusun Panijoyo, Kelurahan Sri Martani, Piyungan, Bantul atau lima kilometer dari lokasi crop circle pertama di temukan. Bedanya diameter crop circle kedua lebih kecil dari yang pertama, kurang dari 30 meter. Ada yang menduga pemandangan aneh itu merupakan bekas pendaratan pesawat UFO dari penghuni tata surya.

Reporter : erik purnama putra
Redaktur : Krisman Purwoko
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...