Rabu, 05 Januari 2011, 09:53 WIB

Dokter Mogok, Pasien Menderita

Red: Johar Arif
*
Dokter. Ilustrasi
Dokter. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,TAPAKTUAN-Sejumlah warga Kabupaten Aceh Selatan yang hendak berobat di Rumah Sakit Umum Yulidin Away (RSUYA) Tapaktuan kecewa karena tidak mendapat pelayanan dari dokter spesialis. Para dokter spesialis di rumah sakit itu melakukan mogok melayani pasien.

"Tadi saya ke RSUYA untuk mengobati tumor di bagian punggung, tapi petugas administrasinya mengatakan dokter spesialisnya sementara tidak melayani pasien kecuali yang darurat," kata Nurhayati (60), pasien asal Gampong Simpang, Kecamatan Bakongan Timur, Tapaktuan, Selasa.

"Obat yang diberikan pada pertemuan pertama sudah habis tapi bagian punggung saya masih sakit dan hari ini telah dijadwalkan untuk bertemu dengan dokter," katanya.

Didampingi putra bungsunya, Syamsina (24), ia mengaku sangat kesulitan apabila tidak mendapat pelayanan di rumah sakit milik pemerintah itu. "Saya tidak mempunyai biaya untuk berobat pada dokter praktek," kata pedagang kelontong dipasar Seubadeh itu.

Direktur RSUYA, Akmal Jawardi mengatakan, enam dokter spesialis sejak Senin (3/1) masih melakukan mogok, sementara dua lainnya telah menyatakan tidak memperpanjang kontrak.

Aksi dokter spesialis di rumah sakit tipe B itu sebagai protes minimnya anggaran yang dialokasi Pemerintah Aceh Selatan sehingga insentif bulanan dipotong hingga 50 persen.

Kecilnya dana yang dianggarkan pada APBK 2011 untuk rumah sakit di pusat kota Tapaktuan juga tidak mencukupi untuk memenuhi makan pasien, oksigen, obat-obatan dan alat tulis kantor.

 

 

Sumber : Antara
loading...