Rabu, 3 Syawwal 1435 / 30 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Dokter Mogok, Pasien Menderita

Rabu, 05 Januari 2011, 09:53 WIB
Komentar : 0
*
Dokter. Ilustrasi
Dokter. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,TAPAKTUAN-Sejumlah warga Kabupaten Aceh Selatan yang hendak berobat di Rumah Sakit Umum Yulidin Away (RSUYA) Tapaktuan kecewa karena tidak mendapat pelayanan dari dokter spesialis. Para dokter spesialis di rumah sakit itu melakukan mogok melayani pasien.

"Tadi saya ke RSUYA untuk mengobati tumor di bagian punggung, tapi petugas administrasinya mengatakan dokter spesialisnya sementara tidak melayani pasien kecuali yang darurat," kata Nurhayati (60), pasien asal Gampong Simpang, Kecamatan Bakongan Timur, Tapaktuan, Selasa.

"Obat yang diberikan pada pertemuan pertama sudah habis tapi bagian punggung saya masih sakit dan hari ini telah dijadwalkan untuk bertemu dengan dokter," katanya.

Didampingi putra bungsunya, Syamsina (24), ia mengaku sangat kesulitan apabila tidak mendapat pelayanan di rumah sakit milik pemerintah itu. "Saya tidak mempunyai biaya untuk berobat pada dokter praktek," kata pedagang kelontong dipasar Seubadeh itu.

Direktur RSUYA, Akmal Jawardi mengatakan, enam dokter spesialis sejak Senin (3/1) masih melakukan mogok, sementara dua lainnya telah menyatakan tidak memperpanjang kontrak.

Aksi dokter spesialis di rumah sakit tipe B itu sebagai protes minimnya anggaran yang dialokasi Pemerintah Aceh Selatan sehingga insentif bulanan dipotong hingga 50 persen.

Kecilnya dana yang dianggarkan pada APBK 2011 untuk rumah sakit di pusat kota Tapaktuan juga tidak mencukupi untuk memenuhi makan pasien, oksigen, obat-obatan dan alat tulis kantor.

 

 

Redaktur : Johar Arif
Sumber : Antara
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
JK, Terpilih Wapres Biasa Saja, Anak dan Cucu Sedih
JAKARTA -- JAKARTA -- Jusuf Kalla sudah diumumkan secara resmi oleh KPU sebagai cawapres terpilih 2014-2019 pada tanggal 22 Juli kemarin. Ini menjadi kali...