Purwokerto Layak Jadi Ibu Kota Negara

Sabtu, 01 Januari 2011, 00:29 WIB
Republika
Purwokerto Layak Jadi Ibu Kota Negara
Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
Berita Terkait

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO--Pengamat politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Prof Rubijanto Misman mengatakan Kota Purwokerto layak menjadi Ibu Kota Negara Indonesia pengganti Jakarta.
"Jika dilihat dari atmosfer politik, sosiologi, dan ekonominya, Purwokerto  memang memenuhi kelayakan untuk menjadi ibu kota negara," kata Rubijanto, di Purwokerto, Jumat.

Akan tetapi dari sisi geografis atau kemudahan untuk menjangkau, kata dia, Purwokerto memiliki kelemahan karena sulit untuk dijangkau.

Menurut dia, sebuah ibu kota negara harus dilihat dari kemudahan-kemudahan aksesnya dan yang paling utama sekali adalah keberadaan bandar udara.

Dia mengakui, di Kabupaten Cilacap telah terdapat bandar udara yang melayani penerbangan komersial (Bandara Tunggul Wulung, red). "Permasalahannya Cilacap dan Banyumas beda kabupaten. Apalagi sekarang ini era otonomi, pasti ada semacam katakanlah kurang bersahabat," katanya.

Menurut dia, sebuah bakal lokasi ibu kota negara juga harus dilihat dari luas daerahnya tetapi bukan berarti luasnya harus sama dengan kota-kota besar lainnya. Dalam hal ini, dia mencontohkan ibu kota negara Australia, yakni Canberra yang tidak sebesar Sidney dan Melbourne.

"Tetapi kan kota itu akses komunikasi dan transportasinya lebih mudah sehingga ada kemungkinan dapat dikembangkan. Sedangkan untuk Banyumas sendiri, saya melihat dari sisi geografisnya tidak memungkinkan, dalam arti untuk menjangkau daerah ini," katanya.

Terkait munculnya nama sejumlah daerah yang diusulkan menjadi ibu kota negara, dia mengatakan, calon ibu kota negara yang ideal adalah wilayah tersebut dapat dikembangkan tanpa mengganggu komunitas masyarakat yang ada. Menurut dia, Palangkaraya merupakan kota yang paling ideal sebagai calon ibu kota negara karena dapat dikembangkan untuk kurun waktu 50 hingga 100 tahun ke depan.

Nama Purwokerto sebagai salah satu calon Ibu Kota Negara Indonesia mulai banyak dibicarakan masyarakat Banyumas sejak adanya pemberitaan di sebuah surat kabar harian lokal. Dalam pemberitaan tersebut, Bupati Banyumas Mardjoko mengaku jika pernah ditanya seorang pejabat di pusat mengenai kesiapan jika memang Purwokerto benar nantinya akan dijadikan ibu kota.

Menurut dia, masuknya Purwokerto sebagai salah satu nominator pengganti Jakarta karena dipandang dari sisi geografis terletak di tengah Pulau Jawa. Bahkan, kata dia, Purwokerto menjadi nominator kelima dari 10 alternatif kota lain, seperti Palangkaraya, Samarinda, Pontianak, dan Banjarmasin.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Ant
Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang yang kafir. (QS Al-Baqarah. [2]:98)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...