Senin, 27 Desember 2010, 07:37 WIB

Nelayan Asing Masih Rajin Nyolong Ikan di Laut Indonesia

Red: Stevy Maradona
Eric Ireng/Antara
Nelayan
Nelayan

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN-- Kalangan nelayan dan pengusaha perikanan di Belawan, Medan, mengeluhkan aktivitas kapal ikan asing yang hingga kini diduga gencar menangkap ikan secara ilegal di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.

"Praktik pencurian ikan oleh kapal-kapal ikan asing diperkirakan masih sering terjadi di sekitar perairan Selat Malaka," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Perikanan Gabion Belawan (AP2GB), RB. Sihombing, Ahad (26/12).

Menurut dia, penangkapan ikan secara ilegal oleh sejumlah kapal ikan asing di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) menjadi penyebab merosotnya volume hasil tangkapan ikan dan udang nelayan di Belawan Medan dan sekitarnya merosot.

Aksi pencurian ikan oleh kapal asing justru terjadi di tengah merosotnya hasil tangkapan ikan nelayan dalam negeri akibat cuaca buruk dan terbatasnya jumlah kapal yang mampu menjangkau perairan ZEEI, terutama di sekitar Selat Malaka.

Kapal ikan nelayan asing yang diperkirakan sebagian besar milik pengusaha Malaysia dan Thailand tersebut umumnya dilengkapi sarana teknologi modern dan mampu beroperasi di tengah ombak besar.

"Dari 450 unit lebih kapal ikan di Gabion Belawan yang sebelumnya beroperasi, kini hanya tinggal sekitar 300 unit kapal ikan lagi yang masih melaut," ujarnya.

"Kapal-kapal ikan asing yang terbukti mencuri ikan di perairan Indonesia harus diberi sanksi tegas, sehingga menimbulkan efek jera bagi setiap pelanggaran bidang perikanan," ucap Sihombing.