
REPUBLIKA.CO.ID,BANYUMAS -- Harga eceran cabe terus melonjak. Hingga Ahad (26/12), harga eceran cabe keriting di warung-warung sayuran mencapai Rp 70 ribu per kg. Sementara harga jenis cabe lainnya, seperti rawit hijau mencapai Rp 45 ribu per kg, cabe merah besar Rp 35 ribu per kg, dan cabe besar hijau Rp 20 ribu per kg.
''Harga cabe di pasar naik setiap hari. Naiknya, berkisar antara Rp 2.000 samai Rp 3.000 per kg,'' kata Warsini (46), salah seorang pedagang sayur di Pasar Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Ahad (26/12).
Dia menyebutkan, dalam menjual sayur mayur dia hanya mengambil untung Rp 2.000 per kg. Jadi kalau dia menjual cabe keriting Rp 70 ribu per kg, di Pasar Waga harganya juga sudah mencapai Rp 68.000 per kg. Demikian juga jenis-jenis cabe lainnya.
''Kenaikan harga setiap hari ini membuat saya susah. Soalnya jadi tidak ada untungnya. Setiap hari, uang hasil keuntungan dipakai untuk membeli cabe yang harganya setiap hari naik,'' katanya.
Menurutnya, kenaikan harga cabai ini disebabkan pasokan yang makin sedikit. Hujan yang turun terus menerus, menyebabkan tanaman bawang yang dibudidayakan petani sentra penghasil cabe seperti di Kabupaten Banjarnegara dan Purbalingga, menjadi banyak yang terserang hama.
Berdasarkan data di Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Tanaman Banyumas yang membawahi empat kabupaten wilayah eks Karesidenan Banyumas, saat ini terdapat puluhan hektar ladang cabe yang terkena hama penyakit. Seperti di Kabupaten Banjarnegara ada 97 hektare tanaman cabe yang terserang berbagai jenis hama.
Antara lain penyakit virus kuning sebanyak 35 hektar, hama Thrips sebanyak 25 hektar, hama aphis sp 5 hektar dan hama peny antraknosa sebanyak 32 hektar. Akibat serangan hama tersebut, yang mengalami rusak ringan atau bisa diatasi ada 7 hektar, yang rusak sedang 66 hektar, dan rusak berat 24 hektar.
Di Kabupaten Purbalingga, luas lahan cabe yang terserang hama mencapai 25 hektar. Antara lain, yang terserang hama lalat buah ada 2 hektar, hama bercak daun ada 1 hektar, hama Thrips sebanyak 15 hektar dan hama peny antraknosa atau hama patek ada 7 hektar.
Sadangkan di Kabupaten Banyumas, sudah tidak ada lagi petani yang memelihara tanaman cabe. Ladang tanaman cabe di sentra petani cabe di Kecamatan Pekuncen, sudah dicabuti seluruhnya karena terserang hanya patek. Petani setempat belum menanami lagi ladangnya dengan tanaman ini. n wid