Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Masjid Ahmadiyah di Sukabumi 'Diruntuhkan'

Sabtu, 11 Desember 2010, 04:43 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Masjid jamaah Ahmadiyah, Al Mubarok di Kampung Panjalu RT 11 RW 03 Desa Warnasari, Kecamatan/ Kabupaten Sukabumi akhirnya dieksekusi oleh Pengadilan Agama (PA), Jumat (10/12). Pelaksanaan eksekusi tersebut dilakukan atas dasar putusan Mahkamah Agung (MA) RI nomor 138.K/AG/2010, tanggal 30 April 2010.

Putusan MA ITU menguatkan putusan PA Cibadak nomor 77 tertanggal 17 September 2008. Intinya masjid tersebut bukan kepunyaan jamaat Ahmadiyah. Proses eksekusi masjid berlangsung lancar tanpa ada perlawanan dari pihak Ahmadiyah.

Pasca eksekusi, para santri pondok pesantren An Nidzom, Sukabumi langsung merobohkan bangunan lama dengan alat seadanya. Rencananya di atas lahan tersebut akan dibangun masjid baru dengan nama Al Mujahidin. "Langkah eksekusi sudah tepat karena melaksanakan putusan MA," kata KH Dadih, warga sekitar yang sekaligus tergabung dalam Forum Komunikasi Pesantren Sukabumi.

Pasalnya, masjid dan tanan tersebut merupakan milik warga sekitar bukan kepunyaan jamaah Ahmadiyah. Ditambahkan Dadih, warga sekitar sudah lama menanti pelaksanaan eksekusi oleh PA Cibadak. Namun warga harus bersabar menunggu langkah eksekusi dari PA.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, KH Zezen Zainal Abidin sekaligus pimpinan ponpes An Nidzom juga hadir di lokasi eksekusi masjid. Ketua MUI dan sejumhlah santrin langsung meletakan batu pertama pembangunan masjid Al Mujahidin di lokasi itu.

Untuk mengamankan proses eksekusi tersebut sebanyak 400 personel aparat dari Polresta Sukabumi diterjunkan. "Ratusan personel diterjunkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Kapolresta Sukabumi, AKBP Anwar, kepada wartawan.

Namun hingga proses eksekusi selesai tidak ada kekerasan atau penolakan dari warga Ahmadiyah. Selain mengamankan lokasi eksekusi, polisi juga menjaga sejumlah kantong ahmadiyah lainya yang ada di Jalan Sriwedari, Kota Sukabumi. Upaya tersebut untuk menjamin situasi keamanan di wilayah hokum Polresta Sukabumi.

Reporter : Riga Nurul Iman
Redaktur : Djibril Muhammad
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  muhammad hamas avecinna Minggu, 13 Februari 2011, 17:42
ini bukan soal asal bubar asal hancurkan ahmadiyah
peru difikirkan lagi kerena ini masalah pemikiran yg sudah mengakar di diri ahmadiyah sndiri.selesaikan dengan dialog
  arwo Senin, 7 Februari 2011, 17:27
Islam&Ajarannya sudah punya hak PATENT di bumi Alloh Indonesia! Ahmadiyah silahkan ndaftar dgn nama selain Islam. Patent "ISLAM" adalah HAM pemeluk Islam. Ahmadiyah dan "ajarannya" datang belakangan, ngaku "ISLAM". Pemerintah harus tegas, apakah hukum HAM melindungi orang yg melanggar HAM? Org Islam siap mendukung SKB!
  Amir Sarifudin Jumat, 17 Desember 2010, 10:48
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun...smoga Allah SWT. mengampuni dan bencana akibat tindakan ini dapat dijauhkan. Menghancurkan tempat ibadah ?
  nodicks Jumat, 17 Desember 2010, 10:14
pemerintahan ISINYA para "pejabat BEDEBAH"!! apakerja mereka?
masalah KRUSIAL sara nggak cepetan ditangani!! mo tunggu korban iwa lebih banyak???
  AKMAL Sabtu, 11 Desember 2010, 13:50
Ternyata pemerintah di Indoensia, sudah tidak punya taring lagi untuk menegakan hukum,apakah karena takut,atau karena politik?entah,

  VIDEO TERBARU
Fitur Kamera Jadi Pertimbangan Memilih Ponsel Pintar
AKARTA-- Fitur kamera yang tinggi menjadi salah satu pertimbangan seseorang memilih ponsel pintar. Untuk itu, Acer Liquid E3 menjadikan kamera sebagai salah satu...