Gubernur Jateng: Nilai Rumah Merapi Rp 6,5 Juta/Unit

Rabu, 17 November 2010, 23:52 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG--Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan, besaran indeks nilai rumah sementara yang akan dibangun bagi para penduduk lereng Gunung Merapi yang akan direlokasi mencapai Rp 6,5 juta per unit.

"Indeksnya sekitar Rp 6,5 juta dengan ukuran rumah 4 x 7 meter," kata gubernur usai Salat Idul Adha 1431 Hijriah di Masjid Agung Jawa Tengah, di Semarang, Rabu (17/11).

Menurut dia, rumah sementara tersebut berbahan baku bambu dengan atas terbuat dari seng. Ia menuturkan, proses pendataan serta penentuan lokasi lahan yang akan digunakan pendirian rumah sementara ini sedang dalam proses yang dilakukan oleh tiga pemerintah daerah. "Pendataan jangan dilakukan tergesa-gesa, masyarakat diminta sabar," katanya.

Ia menjelaskan, terdapat 25 desa di lima kecamatan pada tiga kabupaten di lereng Merapi yang masuk dalam radius lima kilometer dan harus direlokasi. Selain rumah sementara bagi penduduk di kawasan rawan bencana pada radius lima kilometer dari puncak Merapi, lanjut dia, pendataan juga dilakukan terhadap ternak penduduk di Kabupaten Magelang, Klaten, dan Boyolali.

Ia mengatakan, pendataan ini dilakukan sambil menunggu petunjuk pelaksanaan dan teknis dari pemerintah pusat tentang mekanisme penggantian ternak penduduk lereng Merapi. "Jumlah ternak penduduk ini harus teridentifikasi dahulu. Yang jelas, komitmen pemerintah pusat ini pasti akan terwujud," katanya.

Sebelumnya, gubernur telah menggelar rapat koordinasi bersama tiga kepala daerah di lereng Merapi yang membahas mengenai relokasi sekitar 53 ribu penduduk yang tinggal pada radius lima kilometer dari puncak gunung berapi ini.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: antara
Anas bin Malik r.a. berkata, "Ali datang kepada Nabi setibanya dari Yaman. Beliau bertanya, 'Dengan cara bagaimanakah kamu berihram?' Ia menjawab, 'Dengan cara ihram yang dikerjakan oleh Nabi.' Kemudian ia berkata, 'Seandainya saya tidak membawa kurban, tentulah saya melakukan tahalul.'" (HR Bukhari)
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...