Ahad , 07 November 2010, 00:18 WIB

Merapi Belum Memperlihatkan Penurunan Aktivitas

Rep: Yulianingsih/ Red: Djibril Muhammad
Gunung MErapi
Gunung MErapi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Jateng dan DIY hingga Sabtu (6/11) pukul 12.00 WIB belum menunjukan penurunan aktivitas. Bahkan gunung teraktif di dunia ini masih dalam  aktivitas meletus sejak Kamis (4/11) malam kemarin.

"Hingga saat ini gunung Merapi masih mengeluarkan awan panas terus menerus dan belum berhenti," kata Kepala Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Suhkyar di kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kegunungapian Yogyakarta (BPPTK).

Diakuinya, sejak Kamis malam lalu Merapi terus saja memuntahkan awan panasnya hingga membentuk kolong asap pada ketinggian 5 kilometer di atas gunung itu. Awan panas tersebut menurutnya menyebar ke segala arah. Namun lanjut dia, sebagian besar memang mengarah ke Klaten dan Sleman.

Dengan kondisi Merapi yang masih tinggi ini, pihaknya kata Suhkyar tidak bisa memprediksikan sampai kapan gunung tersebut selesai memuntahkan awan panas dan meterial panasnya. Apalagi saat ini alat seismograf milik BPPTK di puncak Merapi tinggal satu yaitu di posko Plawangan. "Hari ini kita terjunkan tim untuk memasang alat kembali di beberapa titik," paparnya.

Menurutnya, dengan satu alat seismik di Plawangan tersebut pihaknya masih bisa memantau aktivitas Merapi.
 Kepala BPPTK Yogyakarta Subandriyo mengatakan, timnya akan memasang tiga alat seismik pagi di Posko Jrakah, Keteb dan satu titik lagi yang dekat dengan puncak Merapi. Meski begitu, kata dia, pihaknya tetap mencari tempat yang aman dari jangkauan awan panas.