
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Sejak pukul 11.04 hingga sekarang sekitar pukul 14.00 WIB, Rabu (3/11), aktivitas Gunung Merapi berupa keluarnya awan panas yang dipantau dengan alat seismograf dari kantor BPPTK Yogyakarta masih terus berlangsung. Hal ini terlihat jelas di Pos Klatakan, Deles, Posong London maupun Plawangan.
''Ini termasuk paling lama dibandingkan sebelumnya,'' kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandrio pada wartawan di kantor BPPTK, Rabu.
Hal itu menunjukkan bahwa tekanan masih tinggi dan kemungkinan kubah lava yang telah terbentuk setelah letusan tanggal 26 Oktober lalu dengan diameter 50 meter hilang karena masih terus terjadi guguran dan awan panas dengan waktu yang lama.
Aktivitas Gunung Merapi hari Rabu (3/11) secara seismik maupun visual sejak pukul 08.00-12.00 menunjukkan peningkatan kembali. Berdasarkan pemantauan kegempaan tercatat gempa Multi Phase sebanyak 21 kali, jumlah guguran sebanyak 140 kali dan awan panas sebanyak 38 kali, dan LF sebanyak 21 kali gempa vulkanik tidak ada. Namun sekitar pukul 12.16 muncul gempa vulkanik.
Selanjutnya berdasarkan pemantauan visual Gunung Merapi menunjukkan cuaca berkabut tebal pekat. Kepulan asap dan semburan awan panas terus teramati dari semua pos. Arah awan panas ke arah Kali Gendol (Pos Kaliurang). Terjadi hujan abu tipis pukul 08.30 dari Pos Babadan sekitar 15 menit. Sampai sekarang (sekitar pukul 14.00) masih terjadi rentetan awan panas.
Asap soltara berwarna putih intensitas tebal bertekanan sedang setinggi maksimal 800 meter condong ke Barat. Berdasarkan hasil pemantauan instrumental dan visual pada pukul 06.00-12.00 aktivitas Gunung Merapi masih tinggi.
Iya tuh dosa2 Kemanusiaan yg sudah ditumpuk selama periode ORBA 1965 s/d 1967 berlanjut s/d 1998 tmsk dosa2 KKN menguras habis harta bangsa di KPN, Bank2 BUMN, hutan, tambang dan isi lautan di bumi Pertiwi.Dljtkan dgn Dosa2 scr berjamaah di Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif dr Jakarta smpai Wamena slm Era Reformasi !
BalasPARA PEMIMPIN BANGSA DAN KHUSUNYA PEMIMPIN ISLAM SEHARUUSNYA BERSUARA MEMBERIKAN MASUKAN KEPAFA PEMIMPIN BANGSA TENTANG BAGAIMANA ISLAM MENYIKAPI BENCANA DEMI BENCANA.
BalasBENCANA ALAM BUKAN MERUPAKAN KASUS BARU, TAPI BENCANA MERUPAKAN TITIK UTNUK INTROSPEKSI TERHADAP DOSA-DOSA YANG DIPERBUAT OLEH ANAK BANGSA. MARI KITA..