Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

RSJ Magelang Merawat Seorang Pengungsi Merapi

Rabu, 03 November 2010, 04:02 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,MAGELANG--Rumah Sakit Jiwa "Prof. dr. Soeroyo" Kota Magelang, Jawa Tengah, merawat seorang pasien pengungsi Gunung Merapi yang kambuhan gangguan jiwa.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Hukum RSJ "Prof. dr. Soeroyo Kota Magelang", Syaiful, di Magelang, Selasa, tidak bersedia menyebut secara rinci identitas pasien yang berasal dari salah satu lokasi pengungsian di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang itu.

Pasien itu, katanya, pernah menjalani perawatan di RSJ setempat beberapa waktu lalu dan setelah sembuh boleh pulang ke rumahnya. Saat terjadi letusan Merapi belum lama ini, katanya, dirinya bersama warga desanya mengungsi di salah satu lokasi.

Ia menyatakan, pasien itu tidak mengalami stres saat di pengungsian, tetapi memang kambuhan. "Bukan karena stres, tetapi memang kambuhan," katanya.

Laporan yang diterima dari Tim Penanggulangan Bencana Bidang Penanganan Trauma RSJ "Prof. dr. Soeroyo Magelang", katanya, antara lain menyebutkan bahwa bencana letusan Merapi meninggalkan trauma bagi anak dan orang tua.

Ia mengakui bahwa warga yang terpaksa tinggal di pengungsian umumnya mengalami stres ringan antara lain berupa sikap yang mudah marah dan tersinggung. "Mereka biasanya setiap hari bekerja dan berkumpul keluarga dengan tenang, tetapi kini harus hidup di pengungsian dengan kegiatan yang tidak jelas. Kondisi pengungsian tentu berbeda dengan di rumah," katanya.

Ia menjelaskan, tim RSJ "Prof. dr. Soeroyo Magelang" telah memberikan pelayanan kepada warga Merapi di sejumlah lokasi pengungsian terutama menyangkut penanganan pemulihan psikis mereka. Pelayanan yang diberikan tim itu kepada pengungsi antara lain untuk memberikan semangat dan menyembuhkan trauma akibat bencana letusan Merapi.

Redaktur : taufik rachman
Sumber : antara
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Tokoh Perubahan 2013, Inspirasi Indonesia
JAKARTA -- Republika menganugerahkan gelar Tokoh Perubahan 2013 kepada beberapa tokoh yang memberi inspirasi pada Indonesia. Untuk tahun ini tokoh yang mendapat gelar...