Lereng Merapi Bisa Tenggelam Jika Kubah Lava Runtuh

Kamis, 28 Oktober 2010, 09:00 WIB
ap
Lereng Merapi Bisa Tenggelam Jika Kubah Lava Runtuh
Gunung Merapi

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN – Kubah lava baru yang tercipta dari erupsi Gunung Merapi, Selasa (26/10) lalu dilaporkan tidak stabil. Kubah baru tersebut berpotensi runtuh karena berdiri di atas batuan kubah lava yang terbentuk pada erupsi Merapi tahun 1911.

Jika ketidakstabilan itu terjadi, maka besar kemungkinan material vulkanik yang diperkirakan berbobot 7,5 juta meter kubik akan menenggelamkan kawasan di bawah lereng Gunung Merapi. Ancaman bahaya tersebut disampaikan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian, Subandriyo dalam jumpa pers, Rabu (27/10) malam ini.

Menurutnya, kubah bentukan tahun 2010 ini memang tidak stabil karena letaknya tidak berada pada ruang yang cukup aman. Kubah baru tersebut terbentuk di sela-sela kubah bentukan tahun 1911 yang kondisi bebatuannya sudah sangat lapuk.

Yang mencemaskan lanjut dia, posisi kubah 1911 itu sudah mengalami kemiringan akibat bebatuannya dimakan usia. ‘’Dengan kondisi seperti ini, kubah baru sangat tidak aman, tidak stabil dan rawan runtuh,’’ tegasnya.

Jika ini terjadi, maka kubah lama tahun 1911 dapat runtuh dan kemudian menyeret kubah 2010 yang kemudian dapat menyeret kubah hasil letusan 1997 dan 2006 yang posisinya di atasnya. Melihat bahaya tersebut, BPPTK merekomendasikan agar perkampungan di daerah Kinahrejo dan Umbulharjo harus segera dikosongkan.

‘’Jika kubah tersebut runtuh, maka material batu dan pasir akan mengalir ke Kali Kuning dan Krasak yang mengepung perkampungan tersebut,’’ tegasnya.

Redaktur: taufik rachman
Reporter: neni ridarineni, yoebal ganesha, yulianingsih
Ibnu Umar r.a mengatakan bahwa Nabi saw masuk ke Mekah dari Kada' dari Tsaniyatil Ulya di Bath-ha', dan beliau keluar dari Tsaniyatis Sufla. (HR Bukhari)
herisuheri, Kamis, 28 Oktober 2010, 14:14

semoga dengan kejadian yang telah kita lihat menjadikan pelajaran buat kita semua,..... bahwa kita tidak ada apanya di hadapan allah swt. dan dengan kematian mbah marijan adalah contoh tauladan buat para pemimpin kita bahwa tugas dan tanggun jawab yang di berikan harus di jalankan dengan benar sampai titik kematian.

Balas
VIXING INDEPENDEN, Kamis, 28 Oktober 2010, 10:31

SEMUA BERASAL DARI ALLAH KITA WAJIB BERSABAR DAN ISTIKOMAH SAMBIL INTROPEKSI DIRI KARENA TAKUT INI MURKA ALLAH KARENA BANYAK BERMAKSIAT DAN MENDUAKANNYA,MARI KITA KEMBALI KE JALAN ALLAH,BERSUJUD SIMPUH MOHON AMPUNAN DOSA MOGA BENCANA INI CEPAT BERAKHIR

Balas
Kamandanu, Kamis, 28 Oktober 2010, 09:39

Cukuplah korban bencana jangan sampai bertambah lagi mari kita bepegang tangan untuk sama2 membangun negri ini dan menjadi negara baldattum toiybatum...

Balas
mahesa, Kamis, 28 Oktober 2010, 00:18

kalaupun longsor, semoga tidak menimbulkan korban jiwa....

Balas
taufiq, Kamis, 28 Oktober 2010, 00:18

itu smua cobaan, untuk kita semua untuk kembali pada allah di jalan yg di ridhoinya.supaya orang-orang tidak menuhankan selain allah azza wajalla.istaghfiru robbakum

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -  Batalnya pelaksanaan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan berpengaruh terhadap jalannya program penghematan BBM bersubsidi. Sebab,...