
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Mbah Maridjan alias Mas Penewu Suraksohargo melambung namanya ketika Merapi melakukan erupsi tahun 2006 lalu. Ia bersama sejumlah warga Kinahrejo Kecamatan Cangkringan Sleman yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III menolak untuk di evakuasi. Padahal saat itu, Gunung Merapi sudah masuk tataran Awas.
Bahkan Raja Kraton Ngayogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X sempat meminta dia untuk turun gunung. Namun yang bersangkutan tidak mau. Beruntung, erupsi Merapi tidak segawat yang diperkirakan para ahli, sehingga kekukuhan Mbah Maridjan bahwa Merapi tidak berbahaya menjadi benar.
Namanya terus melambung dan kemudian menjadi bintang iklan sebuah minuman berenergi. Duit pun mengalir deras ke kantongnya. Selebritis gaek ini tidak menikmati uangnya sendiri, tapi dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Di daerah Kinahrejo, ia membangun masjid serta gereja. Warga di sana pun diminta beribadah sesuai keyakinan. Selain itu, Mbah Maridjan acap kali menyalurkan beras dan sembako kepada warga yang membutuhkan.
Mbah Maridjan lahir di Dukuh Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Cangkringan, Sleman pada tahun 1927. Kekuasaan sebagai kunci Gunung Merapi itu ia dapatkan dari amanah yang diberikan Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Ia mulai menjabat sebagai wakil juru kunci pada tahun 1970. Jabatan sebagai juru kunci lalu ia sandang sejak tahun 1982. Mbah Maridjan mempunyai beberapa anak, yakni Mbah Ajungan, Raden Ayu Surjuna, dan Raden Ayu Murjana.
seyognya para pemimpin meniru keteladanan yang amanah dan konsisten,selamat jalan mbah, allah tunggu anda disurga janatin naim,,,,amin
BalasSemoga meninggalnya mbah maridjan menjadi pelajaran bagi rakyat Indonesia yang doyan melakukan ritual adat istiadat. Dia hanya seorang biasa yang terkenal karena produk komersialisasi pers, nothing more. Gunung bukan untuk disembah dan diberikan sesembahan. Hanya Allah lah yang layak untuk disembah.
BalasSy seorang mualaf,dulu khatolik. Sy kenal juru kunci dr sebelum mbah Maridjan,yaitu mbah Argo. Dulu sy slh satu 'macan gunung' Merapi, hampir tiap minggu ke puncak-nya. Sebagai abdi dalem Kraton yg mendapat mandat dari Ngarso Dalem HB IX yg juga ber'asma' Panotogomo (penata agama),tentu Islam. Juru kunci bukan PAWANG !
Balasbah marijan..? sama aja menentang alam dah tahu mau meletus bukan nya turun malah diem... sama aja mau bunuh diri mang dia siapa gitu? alam di lawan,,,,
BalassELAmat jLn mBAh mArijAN.... KEBAIKANMU AKAN DI KENANG SELALU.. SEMOGA AMAL IBADAHMU DI TRIMA ALLAH SWT... AMIN............................
Balas