Rabu, 8 Zulqaidah 1435 / 03 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

PMI Bantu Evakuasi Ribuan Warga Korban Merapi

Rabu, 27 Oktober 2010, 17:35 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Palang Merah Indinesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah membantu mengevakuasi ribuan warga korban gunung merapi ke tempat pengungsian dan lokasi yang aman.

Menurut Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Jawa Tengah, Thobari HR, dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Rabu Pagi (27/10), PMI di wilayah Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten membantu mengevakuasi warga di masing-masing wilayah.

Dalam bencana tersbut, PMI Jawa Tengah juga telah mengirimkan 25 unit tenda, plastic sheet 40 bal, masker 3.120, dan selimut 1.000 pieces.

Thobari menjelaskan, operasi tanggap darurat bencana meletusnya Gunung Merapi di Jawa Tengah sudah dilakukan PMI sejak Selasa sore (26/10), dan dari laporan kondisi di lokasi, Gunung Merapi mengeluarkan letusan-letusan dan semburan awan panas yang mengakibatkan ribuan warga terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi aman.

Ia menambahkan, Posko Markas PMI Jawa Tengah mencatat, ada sekitar 800 jiwa mengungsi di Lapangan Jumoyo, Kabupaten Magelang, 1.780 warga di Pos Bawukan, Klaten dan 2.522 jiwa di Tlogolele, Boyolali.

Dikabarkan pula, Selasa malam (26/10), PMI Kabupaten Magelang melakukan distribusi bantuan berupa 6.000 masker ke lokasi pengungsian dan melakukan evakuasi tujuh orang korban luka kecelakaan di Jumoyo, Kabupaten Magelang.

Hingga kini, 118 personil PMI diterjunkan ke lokasi pengungsian didukung dengan tujuh unit armada ambulans PMI dan beberapa kendaraan operasional dari PMI Solo, Wonogiri, Temanggung, Kota Magelang, Karanganyar dan PMI Kota Semarang.

Sementara itu, Ali Masyhar, Staf Penanggulangan Bencana dari PMI Provinsi Jawa Tengah menambahkan, tim yang disiagakan dari PMI Kabupaten Magelang, Klaten, dan Boyolali akan membantu masyarakat mulai dari proses evakuasi ke lokasi yang aman.


Redaktur : Endro Yuwanto
Sumber : antara
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Alhamdulillah, Masjid Pertama di Alaska Resmi Dibuka
ALASKA -- Alhamdulillah, sebuah masjid di Alaska resmi dibuka sekaligus menjadi bangunan masjid pertama disana. Seperti dilansir dari Onislam.com, Selasa (2/9), masjid ini...