Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Gunung Merapi Meletus

Rabu, 27 Oktober 2010, 05:55 WIB
Komentar : 0
antara
Gunung Merapi menyemburkan awan panas
Gunung Merapi menyemburkan awan panas

REPUBLIKA.CO.ID,Yogyakarta--Gunung berapi aktif di Indonesia Merapi petang ini meletus dengan mengeluarkan awan panas yang tercatat sejak pukul 17.02 WIB.

"Sejak 17.02 WIB hingga 17.34 WIB terjadi empat kali awan panas dan sampai sekarang awan panas terus muncul susul menyusul tidak berhenti," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Surono di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, munculnya awan panas tersebut menjadi tanda sebagai erupsi Gunung Merapi. Awan panas pertama yang muncul pada pukul 17.02 WIB tersebut mengarah ke barat, namun awan panas berikutnya tidak dapat terpantau dengan baik karena kondisi cuaca di puncak Merapi cukup gelap dan hujan.

Sirine bahaya di Kaliurang Sleman berbunyi pada pukul 17.57 WIB, dan pada pukul 18.05 WIB Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menarik semua petugas dari pos pengamatan.

"Pada 2006, awan panas terjadi selama tujuh menit, namun pada tahun ini awan panas sudah terjadi lebih dari 20 menit," katanya.

Lamanya awan panas tersebut, lanjut dia, menunjukkan energi yang cukup besar. Pada pukul 18.00 WIB terdengar letusan sebanyak tiga kali yang terdengar dari pos Jrakah dan pos Selo yang disusul dengan asap membumbung setinggi 1,5 kilometer mengarah ke selatan.

"Tipe letusan Merapi sudah dipastikan eksplosif," katanya

Redaktur : taufik rachman
Sumber : antara
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  maxzara dolly Minggu, 19 Desember 2010, 11:52
janganlah berbuat dosa tapi kita haruz berbuat amal yg baik walaupun kita benci padanya semoga bencana ini menyadarkan manusia akan kebesaran ALLAH SWT,semoga dosa kita diampuni oleh NYA amin....
  chuexsmj Jumat, 12 November 2010, 10:07
saatnya kita untuk tidak bertindak arogan terhadap alam, semoga yang tertimpa bencana/musibah diberi kesabaran
  eri tika'arifa Rabu, 10 November 2010, 11:28
ko' kalau dipandang2 awan itu membentuk seperti kumpulan orang2 yg sedang brlari2.
  Hestie Selasa, 9 November 2010, 13:37
Semoga bencana seperti ini cepat berlalu....
dan Allah mengampuni semua dosa-dosa kita...amin..
  ndari wahyuniarachma Senin, 8 November 2010, 05:06
smoga pra krbn d bri ktbahan
dan kekuatn olh allah swt