Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jatuh dari KRD, Tiga Bobotoh Persib Tewas

Sunday, 24 October 2010, 05:13 WIB
Komentar : 0
The Viking Persib Bandung
The Viking Persib Bandung

PURWAKARTA -- Pertandingan Persib Maung Bandung, menimbulkan korban jiwa. Tiga bobotoh tewas, serta lima lainnya luka-luka akibat terjatuh dari Kereta Api Diesel (KRD), Sabtu (23/10). Mereka,  hendak menyaksikan pertandingan kesebalasannya yang melawan kesebelasan PSM di Stadion Siliwangi, Bandung.

para bobotoh itu, terjatuh dari atas gerbong di tiga lokasi berbeda. Masing-masing di sekitar Pasar Simpang, Cilalawi, serta di Anjun-Plered, Kabupaten Purwakarta. Adapun korban tewas, masing-masing Topan Sofian Putra (20), warga RT 04/11 Desa Cijati, Kecamatan Cikampek Timur, Kabupaten Karawang, Bayu (18), warga Desa Bendul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakata, serta Irvan Maulana (17), warga Kampung Harapan Batu RT 01/03 Cikarang, Bekasi.

Sementara korban luka-luka, antara lain Rudi (20), warga Kampung/Desa Citalang RT 03/01 Kecamatan Purwakarta, Dian (18), warga Kampung Bumi Putra Lestari, Lemah Abang, Cikarang, Alvian (17), warga Kampung Pintu Air RT 03/01, Lemah Abang, Cikarang,  Saepudin (20), warga Kampung/Desa Citalang RT 02/01.

Kecamatan Purwakarta, serta Andris (17), warga Kampung Pintu Air RT 03/02 Lemah Abang, Cikarang. Semua korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Bayu Asih Purwakarta. Sedangkan korban tewas, masih berada di kamar jenazah menunggu dijemput pihak keluarga.

Kabar yang beredar, puluhan bobotoh ini awalnya berperilaku tertib saat naik KRD di Stasiun Purwakarta sekitar pukul 13.00 WIB. Apalagi sejumlah petugas kepolisian menginspeksi, supaya mereka tidak naik di atas gerbong. Bahkan, sebelum keberangkatan petugas polisi itu, memeriksa para bobotoh. Khawatirnya, mereka membawa senjata tajam ataupun batu.

Namun, upaya dari aparat keamanan ini tak digubris oleh bobotoh. Lantaran, begitu KRD jurusan Purwakarta-Cibatu (Garut) melaju sekitar 300 meter, para bobotoh kembali naik ke atas gerbong. Akhirnya insiden pertama bobotoh jatuh dari atas gerbong terjadi.

Menurut Kanit Laka Satlantas Polres Purwakarta Ipda Heri Nurcahyo, saat kereta melewati perlintasan Pasar Simpang, lima bobotoh malah berdiri di atas gerbong sembari meneriakan yel yel. Mereka adalah Rudi, Dian, Alvian, Saefudin, serta Andris. Saat kereta melintasi kabel  listrik yang melintang , mereka tak bisa menghindar. Akibatnya, leher mereka tersangkut dan setelah itu kelimanya terjatuh.

Peristiwa kedua kembali terjadi di sekitar Jembatan Cilalawi, Kecamatan Sukatani, dua orang masing-masing Topan dan Bayu juga bernasib sama. Kepala mereka membentur talang air, sehingga keduanya terjatuh. Malangnya kedua korban ini, langsung tewas begitu tubuhnya tercebur ke air.

Adapun seorang korban tewas lainnya yakni Irvan, diduga mendapat pelemparan dari warga di sekitar Anjun Plered. Karena begitu diturunkan di Stasiun Plered terdapat luka parah di kepala bagian kanan. Korban Irvan, sempat dievakuasi ke rumah sakit dan meninggal ketika sedang mendapat perawatan.

Sementara itu, Kapolres Purwakarta AKBP Hery Santoso menyatakan, upaya anggotanya mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan sudah dilakukannya. Sebanyak 25 anggota polisi diterjunkan untuk menertibkan bobotoh saat naik KRD. Bahkan, upaya sweeping sudah dilakukan di setiap stasiun KA di sepanjang jalur Purwakarta-Kabupaten Bandung Barat. "Tapi begitu kereta berlalu dari petugas, mereka kembali naik di atas kereta," ujar Hery.

Diakui dia, anggota tidak bisa berbuat banyak, seperti harus mengikuti jadwal keberangkatan kereta api. Namun, sudah ada enam anggota yang ikut mengawal keberangkatan para bobotoh ini. Justru, kata dia, yang harus diantisipasi adalah kepulangan mereka dari Bandung.

Karena itu, sejumlah personel sudah disiagakan untuk menghindari tindakan-tindakan yang dapat meresahkan masyarakat. Selain untuk  mengantisipasi terjadinya persitiwa serupa.

Reporter : ita nina winarsih
Redaktur : taufik rachman
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Pembahasan Presiden Rwanda dan Ketua DPD RI
JAKARTA --  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman kedatangan Presiden Rwanda, Paul Kagame di Komplek Parlemen Senayan, Jumat (31/10). Ada beberapa hal...