Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Wayang Golek Terancam Punah

Minggu, 17 Oktober 2010, 04:24 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,CIAMIS -- Wayang Golek, salah satu kesenian khas Indonesia ke depan terancam punah. Hal itu jika tak ada generasi bangsa ini yang melestarikan kesenian yang sudah bertahun-tahun tumbuh di Tanah Air itu.

Mukhtar Sutarya, Dalang asal Cimahi, Jawa Barat, mengatakan, hidup-matinya Wayang Golek tergantung sejauh mana masyarakat melestarikannya. Jika masyarakat membiarkannya, maka ia akan hilang sebagai kesenian Indonesia.

"Ke depan Wayang Golek harus diangkat biar tidak punah," kata Mukhtar usai mengikuti Binojakrama Padalangan Wayang Golek Purwa, Se-Tatar Sunda 2010, di Pangandaran Kabupaten Ciamis, Sabtu (16/10).

Menurutnya, hingga saat ini di Kota Cimahi sendiri baru ada 11 dalang. Itu pun mereka masih bergerak masing-masing, karena belum memiliki asosiasi yang mewadahi secara khusus. Padahal di Cimahi para dalang itu sudah lebih 10 tahun terbentuk.

Dikatakannya, saat ini di Cimahi ada lagu Cimahi Mandiri dan Saluyu Ngawangun Jati Mandiri. Namun, perhatian dari Pemerintah Kota Cimahi masih tergolong rendah. "Buktinya, di sana (Cimahi, red) belum ada organisasi khusus Wayang Golek. Padahal animo masyarakat cukup tinggi," jelas Dalang asal Kelurahan Cibubur Tengah, RT 7/14, Kecamatan Cimahi Tengah ini.

Secara terpisah, Kadis Koperasi, UMKM, Perindustrian, Perdagangan, dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi, Evi Ahmad Hanafiah, mengakui jika di Kota Cimahi belum ada asosiasi khusus untuk dalang Wayang Golek. Hingga saat ini, Cimahi baru memiliki Dewan Kesenian Cimahi, Grup Sunda, Paguyuban Seniman Kota Cimahi, dan Forum Pelukis (Forkis)."Kami berencana segera membentuk asosiasinya," janjinya.

Kendatipun demikian, Evi tidak terlalu kecewa dengan keberadaan dalang di Kota Cimahi yang belum memiliki sekretariat khusus tersebut. Menurutnya, penampilan dari Kota Cimahi dalam acara Binojakrama Padalangan Wayang Golek Purwa itu dapat bersaing dengan 17 peserta lainnya.

Hingga saat ini acara Binojakrama Padalangan itu masih terus berlangsung. Acara yang dimulai Jumat (14/10) itu rencananya akan ditutup malam ini, sekaligus penentuan juara dalam acara tersebut.

Reporter : C26
Redaktur : taufik rachman
1.033 reads
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda