Tuesday, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Akhirnya, 35 Pemilik Lahan Terima Ganti Rugi Proyek Tol Bocimi

Tuesday, 28 September 2010, 01:06 WIB
Komentar : 0
Jalan tol, ilustrasi
Jalan tol, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR--Setelah menanti satu tahun lebih, akhirnya sebanyak 35 warga Desa Ciherang Pondok mendapatkan uang ganti rugi dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Mereka merupakan pemilik yang lahannya akan digunakan untuk pembangunan proyek tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).

Pembayaran dilakukan di Aula serbaguna II, Cibinong, Komplek Pemkab Kabupaten Bogor, Senin (27/9). Ditandai dengan penyerahan buku rekening BRI kepada 35 pemilik lahan tersebut. Besar nilai pembayaran pembebasan terhadap 55 bidang tanah adalah sebesar 13.106.653.800 rupiah.

Kepala Desa Ciherang Pondok, Saripudin Jepri mengatakan ganti rugi ini diberikan kepada 35 pemilik lahan dengan total tanah seluas 44.876 m2 meter persegi. "Ini baru bagian kecil dari jumlah pemilik tanah di Desa Ciherang yang tanahnya tergusur untuk pembangunan tol Bocimi. Baru 59 pemilik yang diberikan ganti rugi.Total pemilik tanah sebanyak 158 orang, belum diketahui kapan pembayaran berikutnya," kata Saripudin Jepri saat ditemui di Aula serbaguna II, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (27/9).

Pembayaran ganti rugi ini merupakan kedua kalinya. Bulan Mei lalu, sebanyak 24 warga Ciherang Pondok sudah menerima pembayaran ganti rugi tahap awal. Saripudin Jepri menambahkan, pembayaran ganti rugi melalui dana talangan BLU Trans Jabar Tol. "Dibayarkan melalui rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI). Total dana yang sudah disimpan di BRI untuk ganti rugi lahan warga sebesar 18 Miliar rupiah. Namun baru 13.106.653.800 rupiah yang dikeluarkan untuk ganti rugi kepada 35 pemilik lahan di Ciherang Pondok," kata dia.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, warga Cimande Hilir termasuk yang akan mendapatkan pembayaran ganti rugi. Namun karena masih ada perbedaan pada luas lahan dan nama pemilik lahan, pembayaran kemungkinan ditunda sampai Selasa (28/9).

Salah satu warga Ciherang Pondok yang datang adalah Siti Aisyah, warga Kampung Babakan, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Ia adalah pemilik lahan seluas 100 meter persegi. Tanahnya dihargai sekitar 237 ribu per meter perseginya. "Alhamdulillah, keluar juga setelah menanti satu tahun lebih. Itu juga repot ngurusnya," kata dia.

Pada saat penyerahan buku rekening BRI, tampak hadir Kepala Desa Cimande Hilir, Bunyamin. Namun, Ia belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai pembayaran ganti rugi terhadap warganya. "Yang jelas hingga saat ini belum ada yang terima," kata dia kepada wartawan.

Setidaknya di Desa Cimande Hilir, ada 297 bidang tanah dengan luas 19 hektar yang terkena imbas pembangunan Proyek Tol Bocimi. Para pemilik lahan masih menanti keputusan kapan pembayaran akan dilakukan.

Reporter : C31
Redaktur : Budi Raharjo
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar