Jumat, 20 Zulqaidah 1436 / 04 September 2015
find us on : 
  Login |  Register

Maaf, tidak Ada THR Bagi PNS di Malang

Senin, 16 Agustus 2010, 20:28 WIB
Komentar : 0
Ilustrasi
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,MALANG--Pemkot dan Pemkab Malang tidak akan memberikan tunjangan hari raya (THR) bagi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan kedua pemerintah daerah (pemda) tersebut. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Abdul Malik, menegaskan, dalam peraturan tentang pengelolaan keunagan daerah, tidak ada aturan yang menjadi acuan atau mendasari pemberian THR bagi PNS.

''Bila tim anggaran memaksa menganggarkan dana untuk THR PNS, maka akan melanggar aturan. Pemkab sendiri sudah tiga tahun ini tidak memberikan THR bagi PNS,'' ujarnya Senin (16/8).

Satu-satunya gaji tambahan yang diterima PNS sekitar 18 ribu di Pemkab Malang, katanya, adalah gaji ke-13 yang sudah diterimakan sekitar Bulan Juli lalu. Berbeda dengan di kabupaten, Pemkot Malang memang tidak memberikan THR bagi PNS. Namun, pemkot akan memberikan tunjang prestasi (TP) bagi masing-maisng PNS sesuai kinerjanya sekama satu tahun.

Asisten III Sekkota Malang Imam Buchori mengatakan, nominal (besaran) TP bagi PNS tersebut juga bervariasi, tergantung golongan PNS bersangkutan. ''Namun, tidak semua PNS bisa mendapatkan TP sebagai ganti dari THR tersebut,'' tegas mantan kabag keuangan Pemkot Malang tersebut.

Menurut dia, TP tersebut diberikan setiap tahun, namun hanya PNS yang memenuhi kriteria saja yang berhak mendapatkannya. Salah satu kriteria yang menjadi acuan adalah kinerja dan persentase masuk kerjanya tidak kurang dari 90 persen selama satu tahun. Jika PNS selama satu tahun itu tidak masuk kerjanya mencapai 10 persen atau lebih, maka yang bersangkutan langsung dicoret dari daftar penerima TP.

Reporter : Antara
Redaktur : Budi Raharjo
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ada Asmara Setelah Menunaikan Ibadah Haji
BOGOR -- Sebelum menggunakan pesawat terbang, melaksanakan ibadah haji dari Indonesia masih menggunakan kapal laut. Perjalanan jauh menimbulkan banyak kisah bagi jamaahnya. Pemilik Pesantren...