
REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Harga cabe di beberapa pasar tradisional di Yogyakarta sejak seminggu terakhir mengalami penurunan. Namun harga beras masih mengalami kenaikan meskipun tidak sedrastis kenaikan harga gula. Harga gula sejak dua minggu terakhir ganti mengalami kenaikan cukup signifikan mencapai Rp 1.100 per kilogram. Kenaikan harga gula inipun terjadi merata untuk semua jenis gula.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, perdagangan, koperasi dan pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto, mengatakan berdasarkan pantauan di empat pasar tradisional di Yogyakarta yaitu di Pasar Beringharho, Lempuyangan, Kranggan, dan Prawirotaman harga gula pasir kuning (produk madukismo) pada awal minggu pertama Juli 2010 hanya sebesar Rp 8.800 per kilogram.
Harga tersebut meningkat tajam pada minggu ketiga Juli 2010 menjadi Rp 9.750 per kilogram. Harga gula pasir putih (produk Jatim) pada minggu pertama Juli sebesar Rp 8.500 meningkat menjadi Rp 9.625 per kilogram. ''Kenaikan ini dipicu oleh peraturan Gubernur Jawa Timur yang menyatakan produk gula Jawa Timur tidak boleh keluar Jatim,'' paparnya saat ditemui di kantornya, Kamis (22/7).
Menurutnya, selama ini konsumsi gula di Yogyakarta masih mengandalkan pasokan dari luar Yogyakarta. Produksi gula dari PT Madubaru (Madukismo) tidak bisa memenuhi kebutuhan konsumsi gula masyarakat di Yogyakarta. ''Selama ini kekurangannya dipasok dari Jatim, karena ada peraturan tersebut maka distribusi gula agak terganggu meskipun belum terjadi kelangkaan,'' keluhnya.