
BANYUMAS--Pasar Sankalputung di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Senin (29/3) sekitar pukul 23.30, terbakar. Akibat kebakaran tersebut, sekitar 43 kios dan los yang merupakan separuh dari jumlah kios di pasar itu, hangus dilalap si jago merah. Kini sekitar 52 pedagang dari 154 pedagang tempat berjualan.
Dari pemantauan Republika, Selasa (30/3) pagi, para pedagang sayur dan sembako yang kehilangan kios itu, mulai berdagang dengan lesehan di jalan desa sebelas pasar tersebut. Mereka memadati jalan desa, yang sebelumnya tidak diizinkan menjadi tempat berdagang.
Kepala UPT Pasar Sangkal Putung, Hantoni Setiawan menyatakan, masalah lokasi sementara pedagang yang kehilangan kios dan losnya itu, masih akan dirapatkan.
"Kita masih membahas lokasi sementara bagi para pedagang tersebut,'' katanya. Demikian juga, mengenai jumlah kerugian akibat musibah tersebut, Hantoni masih belum bisa memperkirakan angka pastinya. Tapi, dia memperkirakan, kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Sementara mengenai sebab kebakarang, Hantoni menyebutkan, saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebabnya. Namun berdasarkan aksi mata di lokasi kejadian, awal api diduga berasal dari tengah komplek pasar. Dalam sekejap, api membesar hingga melalap separuh komplek pasar. '"pi berasal dari kios sembako milik Salamah," ujar Anton, salah seorang pedagang Pasar Sakalputung.
Ketika api membakar pasar tersebut, dari dalam kios yang terbakar juga sempat beberapa kali terdengar ledakan. Dimungkinkan ledakan itu akibat kompor gas milik pedagang yang terbakar.
Tiga buah mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Banyumas yang dikerahkan, baru bisa menguasai api hingga empat jam lebih. Meski api cukup besar, untungnya tidak ada korban jiwa dari kejadian itu.