Wednesday, 8 Zulqaidah 1435 / 03 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

2009, Kasus KDRT Lampung Meningkat

Wednesday, 30 December 2009, 23:43 WIB
Komentar : 0
BANDARLAMPUNG--Jumlah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Lampung sepanjang 2009 meningkat dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data anggota Tim Forum Pelayanan Perempuan dan Anak Korban Tindak Kekerasan Provinsi Lampung, Titin Kurniasih, di Bandarlampung, Rabu, jumlah tindakan kekerasan psikis terhadap perempuan dalam rumah tangga di daerah itu selama periode 2009 berjumlah 59 kasus, nyaris dua kali lipat dibanding 2008, yang sebanyak 37 kasus. Meski demikian, dia menyatakan peningkatan jumlah kasus KDRT di Lampung sepanjang 2009 itu, disebabkan oleh semakin membaiknya kesadaran perempuan di daerah itu untuk melaporkan setiap tindakan kekerasan pada diri mereka. "Kesadaran perempuan di Lampung untuk melaporkan tindak kekerasan yang terjadi pada diri mereka saat ini sudah cukup baik, karena banyak perempuan yang sudah melaporlan apabila terjadi tindakan kekerasan, dan kenaikan angka KDRT sepanjang 2009 menunjukan hal itu," kata dia. Titin melanjutkan, fenomena KDRT merupakan fenomena gunung es, artinya jumlah nyata KDRT yang terjadi saat ini bisa berjumlah ratusan kasus, karena masih banyak perempuan yang belum melaporkan. Saat ini, kata dia, penyadaran melalui kampanye hak-hak perempuan terus dilakukan timnya, agar para perempuan memiliki pengetahuan dan wacana tentang kekerasan. Dia menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki Tim Forum Pelayanan Perempuan dan Anak Korban Tindak Kekerasan Provinsi Lampung, kasus kekerasan dalam bentuk penganiayaan sepanjang 2009 sebanyak 42 kasus, sementara pada tahun 2008 sebanyak 32 kasus. Sedangkan kasus kekerasan dalam bentuk kekerasan psikis sepanjang 2009 sebanyak tiga kasus, dan pada tahun 2008 sebanyak satu kasus. "Khusus untuk KDRT dalam bentuk pembunuhan, jumlahnya menurun karena pada tahun ini tidak ada pengaduan atau ditemukan kasusnya oleh tim, sementara pada 2008 terjadi tiga kasus pembunuhan," kata Titin. Data tersebut dikumpulkan oleh Tim Forum Pelayanan Perempuan dan Anak Korban Tindak Kekerasan Provinsi Lampung, berdasarkan pengaduan kepada pihak kepolisian, visum rumah sakit, dan pengaduan kepada Lembaga Advokasi Perempuan Damar. Tim Forum Pelayanan Perempuan dan Anak Korban Tindak Kekerasan Provinsi Lampung dibentuk berdasarkan SK Gubernur nomor G/353/B.VIII/HK/2001, untuk meminimalkan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan di provinsi itu. Tim tersebut merupakan koordinasi bersama antara Polda Lampung, Pengadilan Tinggi Provinsi Lampung, Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM), Pemprov Lampung, Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Lampung, dan Lembaga Advokasi Perempuan Damar. ant/rin
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Alhamdulillah, Masjid Pertama di Alaska Resmi Dibuka
ALASKA -- Alhamdulillah, sebuah masjid di Alaska resmi dibuka sekaligus menjadi bangunan masjid pertama disana. Seperti dilansir dari Onislam.com, Selasa (2/9), masjid ini...