FKT PNPM Nilai Ibu-ibu Demonstran Salah Paham

Jumat, 25 Desember 2009 02:08 WIB
PAMEKASN--Fasilitator Kecamatan bidang Tehnik (FKT) Program Nasional Pengentasan Kemiskinan (PNPM) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Syaiful Waton, ST, menilai, aksi demo ibu-ibu tentang pembagian dana bantuan PNPM karena salah paham. Hal ini disampaikan Syaiful Waton menanggapi aksi demo yang dilakukan ibu-ibu penerima bantuan PNPM di Balai Desa Pamaroh, Kecamatan Kadur, Kamis (24/12). "Dalam pembagian dana PNPM ini pembagian dananya tidak sama antara satu dengan yang lainnya," kata Syaiful. Menurut dia, jumlah dana yang berbeda itu, dalam hal ongkos transportasi. Sebab bagi ibu-ibu hamil yang hendak melakukan persalinan, ongkos transportasinya disesuaikan dengan jarak tempuh antara rumah si ibu hamil dengan puskesmas atau rumah sakit. Sementara pandangan warga penerima bantuan menganggap bahwa bantuan dana PNPM sama, sehingga memicu ibu-ibu di desa Pamaroh, Kecamatan Kadur tersebut melakukan protes dengan menggelar unjukrasa. "Ketentuan yang berbeda ini yang tidak dipahami oleh masyarakat penerima bantuan," kata Syaiful. Di samping itu, sambung Syaiful, ibu hamil dan ibu melahirkan yang menerima bantuan, jika dana dari pemerintah pusat telah cair. "Kalau dana belum cair darimana pihak pelaksana akan mendapatkan dana. Sedang di desa sendiri tidak memiliki dana sebagai persediaan," katanya. Selain karena ketidak mengertian masyarakat tentang aturan teknik pencairan bantuan dana PNPM bagi ibu-ibu hamil dan melahirkan tersebut, yang juga menyebabkan adanya protes warga itu karena kurangnya sosialisasi. Menurut dia, jika sejak sebelum pencairan sosialisasi telah dilakukan kepada warga penerima bantuan, ia yakin aksi protes oleh warga tidak akan terjadi. Apalagi hingga menggelar unjuk rasa sebagaimana yang terjadi Kamis (24/12) pagi. ant/taq
Redaktur:


127 reads

Isi Komentar





atau login dengan Mahaka ID Anda