440 Kasus Gizi Buruk Ditemukan Selama 2009
Jumat, 25 Desember 2009 01:54 WIB
LUWUK--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), menemukan 440 kasus gizi buruk selama 2009.
"Kasus gizi buruk cukup tinggi akibat kurang asupan gizi dan makanan tambahan," kata Kepala Dinkes Banggai dr Hariadi M. Kes di Luwuk, Kamis (24/12).
Ia mengatakan, kasus gizi buruk di daerah ini tidak masuk kategori kondisi luar biasa karena masih dapat ditangani petugas kesehatan di kecamatan.
Kasus gizi buruk terbanyak terjadi di Kecamatan Pagimana dengan 78 kasus disusul Kecamatan Kintom dengan 76 kasus. Kebanyakan penderita adalah anak-anak.
"Anak-anak memang rentan terhadap gizi buruk akibat orang tua yang tidak mempedulikan kesehatan anggota keluarganya," kata Hariadi.
Di Banggai juga ditemukan 1.668 kasus gizi kurang. Kasus kurang gizi tertinggi ditemukan Kecamatan Pagimana dan Toili sebanyak masing-masing 255 kasus serta Kecamatan Luwuk dengan 196 kasus. Konsumsi protein, vitamin A, zat besi dan yodium yang rendah menyebabkan banyak kasus gizi buruk.
Dalam jangka pendek, kata Hariadi, perlu ditingkatkan layanan kesehatan dan gizi ibu hamil, penimbangan balita, pemenuhan gizi mikro, pemberian ASI eksklusif dan pola hidup sehat.
Untuk jangka panjang, perlu peningkatan pelayanan kesehatan dasar, akses terhadap air bersih, peningkatan ketahanan pangan, perbaikan lapangan kerja dan meningkatkan status pendidikan dan ekonomi perempuan terutama di pedesaan. ant/taq
54 reads
Isi Komentar




