Di Wilayah DIY, Pemadaman Listrik Terbanyak di Wonosari
Selasa, 08 Desember 2009 05:11 WIB
YOGYAKARTA--Dari hasil evaluasi selama Januari 2009 sampai Oktober 2009, kebanyakan listrik padam di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) disebabkan oleh gangguan alam, seperti hujan yang disertai angin dan jaringan di tanah yang labil yang menyebabkan tanah longsor. Persentase gangguan terbanyak di wilayah kerja Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Wonosari, Gunungkidul.
Menurut Humas PT PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Yogyakarta, FP Koesno, Senin (7/12), listrik padam itu ada dua penyebab, yaitu karena dipadamkan kaitannya dengan pemeliharaan dan kedua karena gangguan alam. ''Biasanya listrik padam karena pemeliharaan ini sifatnya terencana dan biasanya ada pemberitahuan pada pelanggan melalui media yang ada. Tetapi kalau padam karena gangguan tidak bisa diprediksi sebelumnya,''ungkap dia.
Dari delapan UPJ yang ada di DIY, lama dan jumlah padam di UPJ Wonosari mencapai angka tertinggi, yaitu 680 jam dan 17 kali padam. Padamnya listrik yang tertinggi kedua adalah di Kota Yogya atau di wilayah UPJ Yogya Utara, yaitu 536 jam dan lima kali padam.
Selanjutnya UPJ Sleman sebanyak 500 jam dan tujuh kali padam, UPJ Wates sebanyak 497 jam dan 10 kali padam, UPJ Sedayu sebanyak 404 jam dan sembilan kali padam, UPJ Kalasan sebanyak 169 jam dan dua kali padam. Sedangkan UPJ Bantul 158 jam dan tiga kali padam serta UPJ Yogyakarta Selatan sebanyak 111 jam dan dua kali padam.
Dari semua gangguan di seluruh APJ Yogyakarta secara kumulatif yang disebabkan karena dipadamkan (perencanaan) sekitar 66 jam, sedangkan karena gangguan alam sekitar 1000 jam, kata Kusno. ''Listrik padam paling tinggi pada kelompok sambungan rumah dan alat pengukur dan pembatas (APP). Karena kemaraunya cukup panjang, sehingga sambungan alumunium terjadi korosi. Ketika APP terkena hujan akan larut sehingga terjadi lost contact dan listrik akan padam,'' jelas dia. Penyebab listrik karena gangguan alam lainnya adalah pada kelompok pepohonan seperti jaringan listrik yang kejatuhan ranting/batang pohon. nri/rif
Menurut Humas PT PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Yogyakarta, FP Koesno, Senin (7/12), listrik padam itu ada dua penyebab, yaitu karena dipadamkan kaitannya dengan pemeliharaan dan kedua karena gangguan alam. ''Biasanya listrik padam karena pemeliharaan ini sifatnya terencana dan biasanya ada pemberitahuan pada pelanggan melalui media yang ada. Tetapi kalau padam karena gangguan tidak bisa diprediksi sebelumnya,''ungkap dia.
Dari delapan UPJ yang ada di DIY, lama dan jumlah padam di UPJ Wonosari mencapai angka tertinggi, yaitu 680 jam dan 17 kali padam. Padamnya listrik yang tertinggi kedua adalah di Kota Yogya atau di wilayah UPJ Yogya Utara, yaitu 536 jam dan lima kali padam.
Selanjutnya UPJ Sleman sebanyak 500 jam dan tujuh kali padam, UPJ Wates sebanyak 497 jam dan 10 kali padam, UPJ Sedayu sebanyak 404 jam dan sembilan kali padam, UPJ Kalasan sebanyak 169 jam dan dua kali padam. Sedangkan UPJ Bantul 158 jam dan tiga kali padam serta UPJ Yogyakarta Selatan sebanyak 111 jam dan dua kali padam.
Dari semua gangguan di seluruh APJ Yogyakarta secara kumulatif yang disebabkan karena dipadamkan (perencanaan) sekitar 66 jam, sedangkan karena gangguan alam sekitar 1000 jam, kata Kusno. ''Listrik padam paling tinggi pada kelompok sambungan rumah dan alat pengukur dan pembatas (APP). Karena kemaraunya cukup panjang, sehingga sambungan alumunium terjadi korosi. Ketika APP terkena hujan akan larut sehingga terjadi lost contact dan listrik akan padam,'' jelas dia. Penyebab listrik karena gangguan alam lainnya adalah pada kelompok pepohonan seperti jaringan listrik yang kejatuhan ranting/batang pohon. nri/rif
36 reads
Isi Komentar




