Rabu, 26 Ramadhan 1435 / 23 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Cakupan ASI Eksklusif di DIY Masih di Bawah 40 Persen

Selasa, 11 Agustus 2009, 23:02 WIB
Komentar : 0
YOGYAKARTA--Cakupan ASI eksklusif di DIY saat ini masih sekitar 39,9 persen, sedangkan cakupan ASI eksklusif secara nasional tahun 2007 sebesar 28,6 persen. Padahal ASI eksklusif dapat menurunkan angka kematian bayi dan anak.

Hal itu dikemukakan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Propinsi DIY Dra Siti Munawaroh, Apt, MKes pada acara Sosialisasi Gerakan Sayang Ibu dalam rangka Memperingati Pekan ASI Sedunia 2009 di Propinsi DIY dengan tema "Menyusui Sebuah Respon yang sangat penting dalam situasi darurat", di Gedung Kunthi Mandala Bhakti Wanitatama Yogyakarta, Selasa (11/8).

Munawaroh menjelaskan pada neonatus (bayi baru lahir) Inisiasi Menyusu Dini dan ASI Eksklusif dengan cakupan 80 persen mencegah kematian nenonatal 22 persen. Pada bayi dan balita dengan ASI eksklusif enam bulan penuh dengan cakupan 80 persen dapat mencegah kematian bayi/balita sekitar 30 persen.

Menyusui adalah suatu langkah intervensi yang menyelamatkan jiwa dan memberikan perlindungan terbaik bagi bayi di awal kehidupannya. Bahkan dalam situasi yang tidak darurat, bayi berumur kurang dari dua bulan yang tidak disusui berisiko enam kali lebih besar untuk meninggal.

Pemberian susu atau makanan lain yang terlalu dini kepada bayi akan meningkatkan risiko penyakit, baik dari kontaminasi bubuk susu dalam kemasan, faktor air dan botol, komposisi susu atau makanan lain. Risiko pemberian susu atau makanan lain selain ASI akan semakin besar pada situasi darurat seperti bencana. Karena ketersediaan air bersih dan sarana sanitasi sangat terbatas.

Selanjutnya dia mengungkapkan dari data tahun 2008 cakupan ASI eksklusif di Kota Yogya sebesar 30,09 persen, di Kabupaten Bantul sebesar 32,63 persen, di Kabupaten Kulon Progo sebesar 38,42 persen, di Kabupaten Gunung Kidul sebesar 28, 35 persen, Kabupaten Sleman sebesar 67,3 persen. nri/ahi
 
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ustaz Indonesia Ajari Warga AS Mengaji
ALEXANDRIA -- Selama bulan Ramadan, banyak umat Muslim mendalami Alquran. Tak terkecuali warga Muslim Indonesia di sekitar Washington, DC. Hanafi Amin, warga Indonesia...