Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Penambang Sumur Minyak Tua akan Ditertibkan

Jumat, 26 Juni 2009, 05:14 WIB
Komentar : 0
PALEMBANG -- Badan Pelaksana Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) akan menertibkan penambang sumur minyak tua yang sudah tidak produktif,  yang kini dieksploitasi masyarakat, baik yang ada di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Provinsi Jambi.Rencana itu disampaikan Eko Hariadi Kepala Perwakilan BP Migas Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel),Kamis (25/6) di Palembang. Menurut Eko penambang sumur minyak tua tersebut jika dibiarkan akan merusak lingkungan.

“Untuk mengelola sumur minyak tua yang sudah tidak diusahakan lagi sudah ada Peraturan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral No 1/2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi pada Sumur Tua. Masyarakat tidak perlu khawatir tidak dapat mengelola sumur minyak tua, tetapi harus dengan tata cara dan prosedur yang benar. Salah satu caranya dengan membentuk badan hukum, baik berbentuk koperasi maupun badan usaha milik daerah,” kata Eko.

Kepala Perwakilan BP Migas Sumbagsel menjelaskan,  dalam memanfaatkan potensi sumur minyak  tua terlebih dahulu harus menadapat izin dari pemerintah daerah dan pemilik lahan. Baru pemerintah daerah mengajukan permohonan izin dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Kalau semuanya sudah beres, baru bisa melakukan pengelolaan. Tetapi  tetapi sumur yang boleh diusahakan kembali ada sumur minyak yang dibor sebelum tahun 1970 dan pernah diproduiskan serta terletak pada lapangan yang tidak diusahaka pada suatu wilayah kerja yang terikat kontrak kerjasama dan tidak diusahakan lagi oleh kontraktor,” tambahnya.

Menurut Eko Hariadi dari hasil inventarisasi sementara tercatat sekitar 3.000 sumur minyak tua yang tersebar di Sumsel. Di Sumsel sendiri sampai kini terdapat sebanyak 30 kontraktor kontrak kerjasama (K3S) yang menangani ratusan sumur yang masih dieksploitasi dan sejumlah sumur yang sedang diekplorasi.

Sementara itu menurut Ketua Masyarakat Minyak, Gas & Energi (MMGE) Sumatera Selatan, Ahmad Rizal, di Sumsel diperkirakan ada sebanyak 3623 sumur minyak tua atau sekitar 23 persen dari 13.824 sumur minyak tua di Indonesia.“Untuk mengelola sumur minyak tua ini sudah banyak yang berminat. Di daerah sudah ada koperasi yang menyatakan kepada kami ingin mengusahakan sumur minyak tua tersebut. Terhadap keinginan itu, MMGE Sumsel siap memfasilitasinya, termasuk dengan pemerintah daerah, BP Migas dan Departemen ESDM,” ujarnya.

Untuk mengusahakan sumur minyak tua tersebut, Kepala Perwakilan BP Migas Sumbagsel juga menjelaskan, sesuai dengan ketentuan petunjuk tata kerja (PTK) Nomor 023 Tahun 2009 setiap kegiatan eksploitasi tersebut diatur dan harus memenuhi peraturan yang berlaku.“Dalam waktu dekat BP Migas akan mengumpulkan KUD dan BUMD yang beroperasi di Sumsel untuk mensosialisasikan PTK Nomor 023 tahun 2009.

Hal itu dilakukan untuk membenahi pengelolaan sumur tua yang sampai kini cenderung tidak terkordinir dan dieksplorasi tanpa izin,” ujar Eko Hariadi.Dengan pembenahan pengelolaan sumur minyak tua, menurut Eko Hariadi,  sangat penting untuk segera dilaksanakan sehingga potensi minyak mentah yang tersimpan di dalam sumur minyak tua dapat dimanfaatkan secara optimal. Sehingga mampu meningkatkan produksi minyak di tanah air,” katanya.  oed/kpo
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar