Thursday, 2 Zulqaidah 1435 / 28 August 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ketua Majelis Syuro: PKS Difitnah

Thursday, 17 March 2011, 17:05 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin menganggap mantan anggota DPR Fraksi PKS Yusuf Supendi melakukan fitnah. Hilmi menyampaikan itu menanggapi Yusuf yang melaporkan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan Wakil Ketua DPR Anis Matta ke Badan Kehormatan DPR.

"Itu fitnah, dan itu dekat dengan hukum. Kan kita ada Tim advokasi DPP (bidang) hukum. Tanyalah ke DPP.  Saya tegaskan itu fitnah," kata Hilmi ketika dihubungi wartawan, Kamis (17/3). Yusuf melaporkan Luthfi atas perlakuan teror dan Anis atas penggelapan dana Pilkada DKI Jakarta.

Menurut Hilmi, Yusuf sudah tidak lagi berada di PKS. "Dia indispliner, dipecat partai," kata Hilmi. Ketika ditanya wartawan apakah Yusuf sakit hati lalu melaporkan beberapa pengurus PKS ke BK DPR, Hilmi menjawab, "Mungkin seperti itu," katanya.

Yusuf menyebut Hilmi putra dari pentolan Darul Islam yang gesit mengumpulkan setoran untuk memperkaya diri. Mengenai semua tudingan Yusuf atas PKS, Hilmi mengatakan, "Saya tidak urus organisiasi, DPP semua kan yang mengurus . Saya kan di Majelis Syuro, bukan di DPP, semua kegiatan di DPP. Teman-teman lebih baik tanyakan ke DPP," katanya.

Reporter : M Ikhsan Shiddieqy
Redaktur : Krisman Purwoko
Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah((HR Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar