Saturday, 25 Zulqaidah 1435 / 20 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

KAMMI Pilih Ketua Umum Baru Secara Musyawarah Mufakat

Thursday, 17 March 2011, 11:36 WIB
Komentar : 0
Antara
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf (kiri), memberikan ucapan selamat pada ketua umum KAMMI yang baru, Muhammad Ilyas, di Banda Aceh, Rabu (16/3) malam.
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf (kiri), memberikan ucapan selamat pada ketua umum KAMMI yang baru, Muhammad Ilyas, di Banda Aceh, Rabu (16/3) malam.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA—Sidang Muktamar VII Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Banda Aceh, Rabu malam, memilih ketua umum baru periode 2011-2013. Muktamirin KAMMI yang berasal dari 33 provinsi dengan musyawarah mufakat memilih Muhammad Ilyas, kader KAMMI pusat, sebagai ketua umum baru menggantikan Rijalul Imam.

"Alhamdulillah muktamar pada  sidang tadi malam memutuskan ketua umum KAMMI yang baru. Berbeda dengan organisasi lain, KAMMI dalam memutuskan ketua umum merujuk pada musyawarah mufakat yang didasari kelapangan hati," papar mantan Ketua Umum KAMMI, Rijalul Imam, saat dihubung Republika.co.id, Kamis.

Rijalul menjelaskan ada sembilan kandidat yang maju dalam pencalonan. Mereka berasal dari kepengurusan daerah dan pusat. Sidang pemilihan berlangung tertutup dan pemilik suara tidak boleh mengaktifkan telepon. Hal itu, katanya, sudah menjadi bagian dari tata tertib yang telah disepakati diawal muktamar. "Yang menarik, kami sepakat bahwa para pemilik hak suara tidak diperkenankan untuk mengaktifkan ponsel. Kesepakatan itu dilakukan guna menghindari adanya intervensi dan pesan-pesanan," papar Rijalul.

Ia mengatakan selama proses pemilihan ketua umum, seperti layaknya organisasi lain, ego daerah begitu kuat. Rijalul mengaku masing-masing daerah berusaha menunjukan eksistensinya dengan mengusung calon yang berasal dari daerahnya. "Ego daerah memang besar tapi selama tidak melupakan kepentingan KAMMI dalam skala nasional tidak akan ada masalah. Ego wajar tapi kepentingan organisasi lebih penting," ungkapnya.

Rijalul bersyukur proses pemilihan berlangsung lancar. Semua pihak bergandeng tangan meski menjagokan kandidat masing-masing. "Saya berharap, proses pemilihan seperti di KAMMI bisa menjadi referensi organisasi pemuda dan mahasiswa lain. Berbeda pilihan boleh saja, tapi tetap dengan kepala dingin dan utamakan kepentingan organisasi." 

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Johar Arif
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...