Minggu, 20 Jumadil Akhir 1435 / 20 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Macet, Antrian Kendaraan di Merak Capai 7 Km

Minggu, 27 Februari 2011, 23:34 WIB
Komentar : 0
Antara
Antrean truk di Pelabuhan Merak.
Antrean truk di Pelabuhan Merak.

REPUBLIKA.CO.ID, MERAK - Kemacetan kendaraan di Pelabuhan Merak, Banten, sejak siang hingga malam mencapai tujuh kilometer sehingga angkutan sulit bergerak menuju Dermaga satu hingga lima.

Pantauan, Minggu malam ribuan kendaraan truk yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung, mengalami antrean panjang di sekitar Pelabuhan Merak sampai pintu gerbang Tol Merak.

Bahkan, kendaraan sulit bergerak menuju Dermaga Pelabuhan Merak karena padatnya angkutan truk dan bus. Kemacetan kendaraan tersebut diperkirakan sepanjang tujuh kilometer, sehingga berdampak terhadap kerugian pengemudi yang mengangkut barang-barang bahan pokok dan buah-buhan.

"Kami sejak dua hari sampai sekarang masih mengantre di Pelabuhan Merak dan belum menyeberang," kata Anton (45) seorang pengemudi angkutan bertujuan ke Bengkulu, Minggu.

Anton mengaku, dirinya merugi apabila masih tertahan di Pelabuhan Merak karena barang yang diangkut jenis sayuran dan mudah layu juga biaya operasional membengkak.

"Saya berharap kemacetan itu bisa segera diatasi sehingga tidak merugikan pengemudi angkutan," ujarnya.

Begitu pula Soleh (50) seorang pengemudi angkutan elektronika mengaku dirinya sudah empat hari terakhir belum berangkat karena antrean kendaraan cukup panjang. Biasanya, kata dia, kemacetan tersebut bisa diatasi petugas dan tidak berhari-hari.

Kemacetan angkutan kendaraan di Pelabuhan Merak dialami pengemudi sejak terjadi kebakaran Kapal Motor Laut Teduh 2. "Saya merasa bingung dengan kemacetan ini karena sangat merugikan pendapatan pengemudi angkutan," ujar Soleh yang hendak menuju Medan.

Sementara itu, Yanto (50), petugas PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Merak mengatakan, kemacetan angkutan kendaraan disebabkan banyak Kapal Ro-Ro yang tidak beroperasi karena mengalami kerusakan.

Selain itu juga adanya pemberlakuan pendataan bagi penumpang kapal dan angkutan kendaraan. "Saya minta pengemudi angkutan truk bersabar dan mudah-mudah Senin (28/2) besok ada penambahan kapal bantuan dari Kementerian Pehubungan sehingga bisa diatasi kemacetan itu," jelasnya.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) bernilai sedekah bagimu((HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Sunarto Senin, 28 Februari 2011, 10:03
Bukan hanya kemacetan di Pelabuhan yang harus diawasi tetapi juga kemacetan di Jabodetabek yang sudah kusut dan semrawut yang akibatnya memboroskan BBM dan tenaga plus mengotori lingkungan. Kemacetan di Jabodetabek juga harus segera diatasi oleh Pemerintah Pusat dan Pemda Jabodetabek.