Kamis, 17 Jumadil Akhir 1435 / 17 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hasyim Muzadi tak Setuju FPI Dibubarkan

Selasa, 22 Februari 2011, 18:33 WIB
Komentar : 0
FPI
FPI

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi meminta pemerintah membubarkan Jamaah Ahmadiyah, bukan justru membubarkan Front Pembela Islam (FPI). "Ahmadiyah sudah semakin meresahkan masyarakat, karena ajarannya sangat menyimpang dari Islam, seperti mengakui dua nabi terakhir, yakni Muhammad SAW dan Mirza Ghulam Ahmad," katanya di Surabaya, Selasa (22/2).

Ia mengatakan hal itu di sela seminar memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-88 NU yang menampilkan Anas Urbaningrum (Demokrat), Aburizal Bakrie (Golkar), KH Noer Iskandar SQ (PPP), Habib Rizieq (FPI), dan Ja'far Umar Thalib (Laskar Aswaja). Menurut mantan Ketua Umum PBNU itu, Ahmadiyah juga "mengacak-acak" ayat-ayat Al Quran, sehingga jika dibiarkan akan justru terjadi kerawanan sosial.

"Jika pemerintah membubarkan FPI, saya tidak setuju, karena Ahmadiyah dan FPI itu sangat berbeda. Jika ada yang salah, yang ditangkap adalah anggotanya, bukan membubarkan FPI," katanya.

Secara terpisah, Ketua Umum FPI Habib Rizieq ketika dikonfirmasi tentang rencana pemerintah membubarkan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang melakukan tindak kekerasan, menegaskan tidak ada FPI dalam kerusuhan di Cikeusik, Pandeglang, Banten. "Ormas apa yang mau dibubarkan, di Cikeusik saat itu (saat kerusuhan) tidak ada ormas," katanya sambil memasuki mobilnya dengan iringan lantunan rebana dari para pendukungnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan jika ada kelompok (organisasi) masyarakat yang resmi dan berulang kali melakukan kekerasan, maka bisa terancam untuk dibubarkan, sesuai aturan hukum dan etika demokrasi.
 
"Bila ada kelompok dan organisasi resmi yang selama ini terus melakuan aksi kekerasan, maka pada para penegak hukum perlu mencari jalan yang sah dan legal, bila perlu untuk pembubaran," tegasnya ketika itu.

SBY juga menegaskan bahwa tidak ada ruang dan peluang bagi aksi kekerasan sehingga setiap potensi timbulnya kekerasan dan ketegangan sosial harus dicegah dengan cara-cara yang sesuai dengan norma hukum dan demokrasi yang tegas.

"Kita tak boleh memberikan ruang dan toleransi atas pidato dan seruan di depan publik untuk ajakan melakukan tindakan kekerasan dan bahkan pembunuhan pada pihak manapun," jelasnya.

 



Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar((HR. Ahmad dan Abu Dawud))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  mustaqim Alwi Rabu, 6 Juni 2012, 18:28
pemerintah sekarang banyak berkiblat terhadap ajaran barat tapi syukurlah masih ada ulama seperti KH.Hasyim Muzadi yang arif dan bijak dinegara ini.
  lilis Senin, 28 Februari 2011, 10:09
ALHAMDULILLAH....
ternyata masih ada tokoh NU yg memiliki ketajaman iptek dan imtaq..sehingga bisa membedakan mana benar dan mana salah.
mana rasa madu dan mana rasa racun. tanpa khaawatir takut kehilangan harta dunia yg menipu.

  ayla Rabu, 23 Februari 2011, 09:44
Ahmadiyah hrs dijdkan organisasi terlarang, FPI pun hrs diberi peringatan, dakwah hrs dg hikmah, kwjbnx kan cm menyampaikan. Gak perlu teriak allahu akbar di cafe2 pas bln puasa, itu jln hdp org, pilihan pribadi. Dakwah aja ke pelosok2 membgn masy, krj sosial. Lbh nendang drpd gak simpatik gitu!
  AbduRRaheem Rabu, 23 Februari 2011, 09:40
ahmadiyah jelas-jelas musuh Islam, siapapun yang membelanya adalah sekutu mereka dan wajib diperangi...
  ahmad rofiqi Selasa, 22 Februari 2011, 21:39
maju terus pak hasyim. semoga ini bisa mengakhiri arogansi ahmadiyah di bumi indonesia.