Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Makam Gus Dur Ambles, Beredar Kabar Kain Kafan Gus Dur Terlihat

Minggu, 20 Februari 2011, 19:57 WIB
Komentar : 0
Makam Gus Dur
Makam Gus Dur

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA-- Masyarakat diminta tenang dan tidak perlu risau keberadaan makam mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, yang ambles akibat diguyur hujan.

"Tidak perlu ada yang dikhawatirkan dengan makam Gus Dur. Pihak keluarga selalu memperhatikannya," kata Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim), Saifullah Yusuf, di Surabaya, Ahad.

Ia sama sekali tidak percaya jika makam yang ambles itu sampai kelihatan kain kafan jenazah cucu pendiri Jami'iyyah Nahdlatul Ulama (NU) Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari tersebut.

"Nggak mungkinlah sampai kelihatan kain kafannya karena begitu ambles sedikit saja sudah ada yang menguruknya. Makam itu di tengah pondok, sudah barang tentu banyak yang mengurusnya selain dari pihak keluarga," kata Saifullah yang juga masih keponakan Gus Dur itu.

Apalagi amblesnya karena hujan sehingga menurut dia, sangat tidak mungkin sampai kelihatan jasadnya yang berada di dalam tanah sekalipun hujannya deras. "Amblesnya pun hanya karena struktur tanah. Itu pun tidak parah karena di sana bukan tanah pegunungan yang mudah longsor," katanya menjelaskan.

Terkait amblesnya makam Gus Dur itu, pemerintah tidak perlu turun tangan karena sudah bisa diatasi sendiri oleh pihak keluarga. "Soal makam, pemerintah memang tidak ikut 'cawe-cawe' karena itu hak keluarga.

Pemerintah hanya membantu pembangunan infrastruktur untuk mempermudah para peziarah agar tidak mengganggu kegiatan belajar dan mengajar para santri," katanya.

Untuk pembangunan infrastruktur dialokasikan dana sedikitnya Rp180 miliar oleh pemerintah pusat, Pemprov Jatim, dan Pemkab Jombang. Dana itu digunakan untuk penyediaan lahan parkir, fasilitas umum bagi para peziarah, dan peningkatan jalan raya ruas Jombang-Cukir.

Sementara itu, pengasuh PP Tebuireng, KH Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah, menyatakan makam kakak kandungnya itu sudah dibenahi oleh pihak keluarga. "Makam itu ambles pada Selasa (16/2) lalu, saat saya berada di Jakarta. Saat itu juga saya perintahkan segera diuruk," katanya saat dihubungi dari Surabaya.

Gus Dur meninggal dunia di Jakarta pada 30 Desember 2009 dalam usia 68 tahun. Jenazah mantan Ketua Umum PBNU itu dimakamkan di PP Tebuireng dalam upacara militer yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 31 Desember 2009.

Redaktur : Stevy Maradona
Sumber : Antara
Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW Islam manakah yang paling baik? Rasulullah bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Khanif Ahmad Kamis, 3 Mei 2012, 03:09
Kemana hrs hidup.knp renten hdp di dunia islam.kusus nya di wilayah desa ku yg mines ilmu agamanya.atau imanya.
  Alvin Badriansyah Jumat, 30 Desember 2011, 18:16
Wuissss anak2 ada2 aja komentarnya, awas di kualat loe...!!!
  adi sasuke Sabtu, 16 Juli 2011, 03:53
gitu kok repot tanya aja sama orng nya langung, kalau mau lebih akurat tanya noh munkar nangkir lebih abdol
  cunat Sabtu, 4 Juni 2011, 18:47
ini manusia yg asal2an, bicara asal2an, tingkah'a pun asal2an. ampe dlm kuburpun asal2an, masa udah d dalam kubur jg masi pengen nelpon, trus karna sinyal d dalam kurang bagus gusdur coba naik sebentar nyari sinyal yg OK
  kerissamudera Senin, 30 Mei 2011, 13:45
Sosok yang bisa menyebarkan rachmat bagi sesama...islam jadi indah..tentram..damai di tangan beliau...
bukan jadi agama yg menakutkan dan kejam...