
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengingatkan, agar rakyat Indonesia dapat menghormati prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, keberagaman harus dihormati dan jangan memaksakan kehendak apalagi sampai membunuh.
JK berpendapat, agar tidak menghukum orang dari pikirannya, tapi dari tindakannya. "Siapa yang merusak, kembalikan saja ke masalah hukumnya, mereka harus ditindak," jelasnya kepada wartawan, Kamis (17/2) malam.
Dia mengungkapkan, Ahmadiyah sudah 80 tahun di Indonesia, menurut dia keberadaan jamaah itu harus dihargai. Menurut dia, perdebatan keyakinan akan menghabiskan waktu. Oleh karena itu, JK meminta setiap pihak untuk menaati SKB tiga menteri yang ditandatangani Juni 2008 lalu. "SKB masih relevan," tegasnya. Ditegaskannya, jika SKB itu dijalankan dengan benar, maka Indonesia pasti aman.
Mantan Rektor UIN Jakarta, Ayzumardi Azra menuturkan, kedua pihak harusnya dapat menahan diri dan menjauhi kekerasan. Menurut dia, semua pihak harus kembali memahami konteks ajaran Islam yang cinta damai. "Saya berharap semua pihak dapat menertibkan anggotanya, supaya merenungkan makna islam yang damai," tukasnya.
setuju sekali pak jk.. pikiran ucapan dan tindakan bapak kelihatannya selalu jernih bahkan di saat seperti ini..salam hormat
BalasPak, keberadaan ahmadiyah yg sdh lama di ind itu krn MUI lalai, pemerintah gak minta MUI utk mendidik ormas2 islam yg ada di ind, agar ulama2 berdakwah ke pelosok2 smbil membgn masy (krj sosial), siaran lbh sering di tv utk tiap kalangan (anak2, remaja, dws), gak kreatif galang dana. Pmrnth gak mikir kesejahteraan raky
Balasvote tentang ahmadiyah, Republika bias. Tidak berprinsip bhinneka. Atau memang republika mendukung orang ahmadiyah tidak berhak hidup di Indonesia. Al 'Iyadzu billah.
Balaswah om jk sudah tercemar virus liberal rupanya, ini bukan masalah pikiran om, tapi keyakinan, ada nabi selain nabi Muhammad berarti bukan islam titik
BalasGemez ya sama statement2 yang begini.....sadar gak sih..sebagai seorang muslim kita wajib menjaga kemurnian ajaran agama...hukum mana yang mau ditegakkan? negara atau agama? memang tidak dengan kekerasan, Islam pun melarang itu.
Balas