Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

BKKBN: Jumlah Penduduk Indonesia Bisa Menggeser Amerika

Kamis, 10 Februari 2011, 04:30 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,MAMUJU--Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional menyatakan pertumbuhan jumlah penduduk di Indonesia bisa menggeser jumlah penduduk di Amerika Serikat pada tahun 2060, apabila laju pertumbuhan penduduk di Indonesia tidak segera dikendalikan secara maksimal. "Tingkat pertumbuhan bisa mengalahkan Amerika apabila tidak segera diantisipasi melalui pengendalian kelahiran," Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), DR Dr Sugiri Syarif, pada acara rapat kerja daerah pembangunan kependudukan dan keluarga berencana di Mamuju, Rabu.

Ia mengatakan, jumlah penduduk di Indonesia berdasarkan hasil penduduk tahun 2010 melebihi angka proyeksi nasional sebesar 237,6 juta dengan tingkat laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,49 persen. Menurut dia, laju pertumbuhan penduduk di Indonesia yang berada pada posisi keempat dunia itu cukup tinggi sehingga diprediksi akan bisa menggeser jumlah penduduk negara Amerika.

AS saat ini berada pada posisi ketiga setelah negara India dan China yang berada pada peringkat kedua dan pertama sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak didunia. "Apabila pemerintah di Indonesia tidak berhasil menekan angka pertumbuhan penduduknya melalui program pengendalian kelahiran, maka posisi Indonesia akan berada pada posisi ketiga dunia menggeser Amerika sebagai negara dengan penduduk terpadat pada tahun 2060, hal itu sangat mengkhawatirkan kita semua,"katanya.

Karena lanjutnya, prediksi penduduk Indonesia pada tahun 2060 apabila tidak dikendalikan akan mencapai 475 juta sampai 500 juta atau meningkat dua kali lipat dari kondisi penduduk kita yang ada saat ini. Syarif mengatakan, apabila pemerintah yang sudah berusaha menekan angka pertumbuhan penduduknya gagal di tengah jalan maka akan sangat memprihatinkan lagi, karena kualitas penduduk di Indonesia masih berada pada posisi 108 dari 188 negara di dunia.

"Dengan jumlah penduduk padat ditambah kualitas penduduknya masih rendah, ke depan beban pemerintah pusat dan daerah akan semakin sulit dalam melakukan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat seperti penyedian pangan, energi, transportasi pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan sebagainya,"katanya.

Karena itu, ia mengatakan, pemerintah di tingkat pusat dan di daerah harus mendukung program pembangunan kependudukan dan revitalisasi KB. Program itu merupakan program pengendalian penduduk melalui program pengendalian kelahiran ,menurunkan kematian dan mengarahkan mobilitas penduduk serta menyiapkan pembangunan sumber daya manusia berdaya saing dan berkarakter.



Redaktur : Krisman Purwoko
Sumber : antara
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...