Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pemerintah Evaluasi Remunerasi 14 Kementerian

Selasa, 08 Februari 2011, 19:20 WIB
Komentar : 0
Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara EE Mangindaan
Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara EE Mangindaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Pemerintah sedang melakukan evaluasi program renumerasi di 14 kementerian. Tujuannya, agar reformasi birokrai bisa berjalan dengan baik. Evaluasi tersebut akan mencakup penilaian dalam segi integritasnya, mulai dari infrastruktur, serta proses bisnisnya.

"Misalkan mekanisme di antara pimpinan dengan staf, dan sebagainya. (Sebab) itu kan belum diatur yang benar protapnya. Kemudian manajemennya, SDM -nya," kata Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara/Reformasi Birokrasi EE. Mangindaan, di kantor Wakil Presiden, Selasa (8/2).

Nantinya, lanjut dia, pengawasan dan evaluasi tersebut tidak akan dilakukan 'orang dalam', melainkan oleh Tim Independen dan Tim Penjaminan Kualitas (Quality Assurance) dibawah koordinasi Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional. Diharapkan, tim ini tidak akan melakukan penilaian secara subjektif.

Bahkan, bukan tidak mungkin, evaluasi yang dilakukan akan berbuntut pada penalti yang keras. "Kalau kita mau perubahan besar, jangan main-main lagi," tegas dia.

Karena itu juga, KemenPan dan Reformasi Birokrasi mendukung sepenuhnya terobosan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menerapkan sistem pemeriksaan laporan keuangan Kementerian/lembaga berbasis elektronik atau e-audit. Menurut dia, sistem pelaporan keuangan online membuat auditor dan kementerian/lembaga yang diaudit tidak bersentuhan.

Hal tersebut, dinilai Mangindaan, akan mampu mengurangi penyimpangan yang berpotensi terjadi dalam audit keuangan. "Dengan sendirinya kita akan pikir-pikir untuk jangan main-main. Karena dengan IT, kan, tidak bisa membohongi. Kalau tidak berhubungan kelihatan kalau bohong," ujar dia.

Namun demikian, tidak ada rencana pemerintah untuk melakukan pemutusan remunerasi kepada kementerian yang kinerjanya masih dianggap kurang. "Tidak bisa diputus karena itu kinerja, otomatis jumlahnya akan berkurang apabila kinerja nya rendah," kata dia.

Mangindaan hanya memastikan bahwa ke depannya akan ada imbalan, dan ada penalti. "Bisa kita penalti. Lalau diumumkan tidak benar, bahwa instansi ini ini tidak benar, kan malu sekali," ujar dia.

Laporan itu sendiri, menurutnya, sudah harus selesai pada 16 Februari mendatang. Menurut Mangidaan, tugas tim adalah mempelajari seluruh program renumerasi yang dilakukan tiap kementerian. Termasuk sejauhmana reformasi birokrasi dilakukan. "Kementerian tak  bisa (berkilah). Karena ini menjadi prioritas. Sudah jangan ragu-ragu lagi," kata dia.

Sebagai Ketua Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional, menurut Mangindaan, Wakil Presiden Boediono minta proses evaluasi dilakukan sesuai jadwal. Selain itu, Wapres juga memberikan arahan untuk menyosialisasikan  kegiatan ini kepada masyarakat, serta perkembangan reformasi birokrasi.

Seperti diketahui, Wapres membentuk tim independen reformasi birokrasi yang terdiri dari berbagai tokoh. Tim ini diketuai Erry Riyana dengan anggota Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) Ahmad Damiri, guru besar Universitas Indonesia Eko Prasojo, guru besar UGM Sofyan Effendi. Selain itu juga dibentuk tim penjaminan kualitas dengan anggota eks Walikota Tarakan Yusuf Serang, Wakil Dirut BNI Felia Salim, Kepala Badan Informasi Publik Kemkominfo, Freddy Tulung, Deputi BUMN Sumaryanto.

Program renumerasi dilakukan sejak 2007 dan dimulai dari tiga  kementerian/lembaga yaitu Kementerian Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Mahkamah Agung (MA). Lalu dilanjutkan dengan Sekretariat Negara (Setneg), dan Sekretariat Kabinet (Setkab). Dan mengikuti 9 kementerian/lembaga yang disetujui akhir tahun lalu yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kemenko Perekonomian, Kemenko Polhukam, Kemenko Kesra, Kementerian Pertahanan, Kementerian PAN RB, BPKP, TNI, Polri.

Reporter : Yasmina Hasni
Redaktur : Djibril Muhammad
Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW Islam manakah yang paling baik? Rasulullah bersabda: Memberikan makanan, mengucap salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  agan cepot Kamis, 29 September 2011, 13:10
janagnkan rakyat jajaran pns lain jg pada ngiri,sikut kanan sikut kiri,antar kementrian dan lembaga makan tulang kawan jeruk makan jeruk,eddan ini negeri......
  bro Rabu, 9 Maret 2011, 20:47
Semua departemen berlomba-lomba aja korupsi biar ada alasan Renumerasi...wkwkwk, Nggk nyambung antara korupsi dan renumerasi...! Klo masuknya aja udah nyolong sdh pasti juga kalo udah jadi.
  anton Senin, 21 Februari 2011, 10:28
KPU?KPUD? hemm gmna mau dpet remun.. kerja klihatan tiap 5 th skali doank.. dah gtu bnyak deh yg maen money politik dg calon2 terpilih..
ga sah munafik, dah gitu adnya.. hee sama prasaan gajinya dah gede deh KPU tuh.. sipp sippp
  juliwan Jumat, 18 Februari 2011, 14:10
kalau mau jadi tikus jadi aja tikus, jangan kucing pengen jadi harimau....bisa hancur semuanya.
  Sunarto Kamis, 17 Februari 2011, 10:21
Pemerintah sudah berbuat tidak adil kepada PNS lain yang sampai saat ini belum mendapatkan remunerasi, pada hal mereka sudah bekerja untuk negara ini dengan serius. PNS yang sudah mendapatkan remunerasi juga masih ada yang menyimpang. Tolong Stop diskriminasi penggajian/remunerasi PNS.

  VIDEO TERBARU
Tokoh Perubahan 2013, Inspirasi Indonesia
JAKARTA -- Republika menganugerahkan gelar Tokoh Perubahan 2013 kepada beberapa tokoh yang memberi inspirasi pada Indonesia. Untuk tahun ini tokoh yang mendapat gelar...